Pantau Flash
PSG Tolak Tawaran Barcelona untuk Neymar
Amnesty International Desak Presiden Jokowi Ambil Alih Kasus Novel
BPPT: Gempa Megathrust Magnitudo 8,8 Berpotensi di Selatan Pulau Jawa
Wadah Pegawai KPK Kecewa dengan Hasil Investigasi TPF Kasus Novel
Penyuap Romahurmuziy Dituntut 3 Tahun Penjara dan Ditolak Jadi JC

3 Merek Fesyen RI Jangkau Pasar Internasional di Paris

3 Merek Fesyen RI Jangkau Pasar Internasional di Paris Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Sebanyak tiga merek fesyen Indonesia, yaitu SOE Jakarta, Wilsen Willim, dan Kaula Leatherworks berpartisipasi dalam kegiatan pop up store di L'Exception. L'Exception merupakan toko yang mengusung tema khusus (concept store) ternama di kawasan Forum des Halles, Paris, Prancis.

SOE Jakarta dan Wilsen Willim telah rutin memamerkan karyanya dalam Paris Fashion Week. Namun, untuk pertama kalinya, kini mereka mengikuti kegiatan pop up store pada 14-23 Juni 2019. Sedangkan, Kaula Leatherworks akan menyelenggarakan lokakarya pembuatan aksesoris dari bahan kulit pada 26-29 Juni 2019 di tempat dan program yang sama.

"Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk melihat animo masyarakat Paris dan warga dunia terhadap desain fesyen dari Indonesia. Hal tersebut mengingat lokasi pop up store ini berada di pusat kota sehingga mudah dijangkau siapa pun," ujar Atase Perdagangan Paris, Megawati dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Nah Lho! Peritel AS, Forever 21 Tutup Semua Tokonya di China

Pop up store ini diselenggarakan Rendezvoo, sebuah agen fesyen di Paris dengan mengangkat tema French Kiss Asia. Kegiatan ini melibatkan tujuh negara yaitu Indonesia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, China, Vietnam, dan Prancis.

"Kami optimis produk yang ditampilkan mampu memenuhi tren yang sedang berkembang, yaitu fesyen yang etis dan berkelanjutan. Kami juga selalu melibatkan para pengrajin dari berbagai daerah di  Indonesia untuk mengembangkan bahan yang digunakan dalam produk kami," ungkap desainer SOE Jakarta, Monique.

Baca juga: China Terima Impor Durian Malaysia, Kenapa Bukan Indonesia?

Megawati menambahkan, pembukaan acara telah berlangsung pada 13 Juni 2019 lalu dan dihadiri oleh para buyers, pelaku fesyen, serta jurnalis Prancis. Dalam kesempatan tersebut turut disuguhkan aneka hidangan dan alunan musik khas Indonesia.

"Dengan demikian, selain bisa melihat potensi para desainer Indonesia, para undangan diharapkan juga dapat merasakan secara langsung kelezatan aneka makanan dan minuman serta keindahan musik Indonesia," terangnya.

Selama periode 2016-2018, permintaan Prancis terhadap produk fesyen meningkat sebesar 6,16 persen. Hal tersebut sejalan dengan tren peningkatan ekspor produk fesyen Indonesia ke Prancis sebesar 6,04 persen pada periode yang sama, serta pertumbuhan ekspor produk tersebut 4,58 persen di tahun 2018.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: