Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

5 Legenda yang Kembali ke Klub Asalnya untuk Jadi Pelatih

Headline
5 Legenda yang Kembali ke Klub Asalnya untuk Jadi Pelatih Frank Lampard (Foto: BBC.co).

Pantau.com - Kembalinya pemain legenda yang kembali ke klub asalnya untuk jadi pelatih bukanlah hal yang tabu. Lihat apa yang dilakukan Carlo Ancelotti di AC Milan. Ia pernah menjadi pemain selama 4 musim, pada tahun 1987 hingg 1992. Ia pun menjadi bagian The Dream Team Milan yang merajai Eropa dan tentunya Italia.

10 tahun  berselang, Ancelotti kembali ke Milan untuk menjadi pelatih.

Jauh ke belakang, kita pun mengenal sosok Johan Cruyff yang sukses besar sebagai pemain dan pelatih di Ajax Amsterdam dan Barcelona. 

Lantas, siapa lagi legenda klub yang kembali ke klub asalnya untuk jadi pelatih? Berikut ulasannya:

1. Ole Gunnar Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer (Foto: Sky Sport).


Pria berpaspor Norwegia yang ditunjuk sebagai pelatih Manchester United ini memang bukanlah wajah baru. Solskjaer yang diangkat menjadi pelatih menggantikan Jose Mourinho yang dipecat, pada 19 Desember 2018, ini adalah bagian dari skuat MU yang memenangi treble winners tahun 1999 lalu.

Eks pemain berjuluk Baby Face itu pernah bermain bersama MU selama 11 tahun, sejak 1996 hingga 2007.

Baca Juga: 5 Insiden Paling Kontroversial dalam Sejarah Sepak Bola


2. Zinedine Zidane

Zinedine Zidane (Foto: Reuters).

Mantan pemain bernomor punggung 5 di Real Madrid ini memang sebelumnya telah melatih El Real sejak 2014 hingga 2018. Setelah itu ia memutuskan untuk mengundurkan diri, namun akhirnya ia kembali melatih pada 18 Maret 2019.

Bersama Real Madrid saat menjadi pemain selama 5 musim, ia tampil sebanyak 155 laga dan mencetak 37 gol. Berbagai trofi pun turut ia raih. Zidane juga jadi salah satu yang berhasil meraih Liga Champions sebagai pemain sekaligus pelatih.


3. Frank Lampard

Frank Lampard (Foto: Reuters).

Kepergian Maurizio Sarri membuka pintu kembalinya sang legenda ke Stamford Bridge. Frank Lampard, eks gelandang Chelsea medio 2001-2014, ditunjuk sebagai pengganti Sarri jelang musim 2019/20. Tantangannya cukup besar di tengah embargo transfer Chelsea selama dua periode.

Selama jadi pemain, Lampard menghabiskan 13 tahun di Chelsea. Dalam kurun waktu tersebut, Lampard tampil dalam 684 pertandingan di semua kompetisi bersama Chelsea dan berhasil menyumbangkan 13 gelar bergengsi untuk klub asal London itu.

Baca Juga: 5 Pesepakbola Terpendek di Dunia, Ada yang dari Indonesia Lho...


4. Josep Guardiola


Pep Guardiola (Foto: Reuters).

Siapa yang tak mengenal sosok Pep Guardiola? Pria berkepala plontos itu berhasil membawa Barcelona di puncak kejayaan dengan meraih berbagai trofi bergengsi sebagai pelatih maupun pemain. Ia membela Barca sejak tahun 1990 hingga 2001, dan meraih 16 piala. Enam di antaranya trofi La Liga.

Dia juga meraih kesuksesan kala menukangi Blaugrana -julukan Barcelona-, dengan berhasil mempersembahkan 14 trofi.

5. Roberto Di Matteo

Roberto Di Matteo (Foto: Reuters)

Pada musim 2011/2012, Roberto Di Matteo kembali ke Stamford Bridge. Ia hadir sebagai asisten manajer dan untuk belajar dari Andre Villas-Boas yang saat itu jadi manajer Chelsea. Di Matteo punya alasan tepat untuk belajar dari Villas-Boas. Namun sayang perjalanan Villas tak berjalan mulus dan harus didepak.

Lalu, Di Matteo yang naik menggantikan Villas Boas, secara mengejutkan berhasil mendaratkan dua trofi ke lemari Chelsea, yakni Liga Champions dan Piala FA. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - WIL
Category
Olahraga

Berita Terkait: