Forgot Password Register

500 Ribu Data Pengguna Bocor, Layanan Google+ Dihentikan

Ilustrasi Google. (Foto: Pixabay) Ilustrasi Google. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Perusahaan induk Google, Alphabet Inc mengumumkan akan menutup layanan jaringan sosial Google+ setalah mengakui ada 500 ribu data pribadi penggunanya yang mungkin digunakan pihak luar.

Google+ diluncurkan pertama kali tahun 2011, karena Google semakin khawatir dalam persaingan mencari iklan dari Facebook. Masalah ini ditemukan dan sudah diperbaiki bulan Maret lalu sebagai bagian berbagi data dengan aplikasi lain.

Baca juga: Pantau Video: Diduga Basis Alien, Pemburu UFO Temukan Piramida di Bulan dengan Peta Google Moon

Melansir ABC, Senin (9/10/2010), harian ekonomi The Wall Street Journal melaporkan, Google memutuskan tidak memberitahu adanya masalah ini ke pihak yang berwenang, demikian memo yang dikirimkan ke staf senior perusahaan tersebut.

Google khawatir bila mereka menyampaikan hal tersebut maka akan mendapat perhatian yang sama seperti dialami oleh Facebook, diamana datanya digunakan oleh perusahaan Cambridge Analytica.

Baca juga: Waduh! Google Izinkan Sejumlah Iklan Mata Uang Kripto

Google+ sendiri memiliki sekitar 2 miliar akun di seluruh dunia, namun yang aktif hanya sekitar 400 juta. Kebanyakan, akun tersebut digunakan untuk keperluan bisnis.

Menurut laporan Wall Street Journal, Direktur Eksekutif Sundar Pichai sudah mendapat laporan atas masalah yang terjadi.

Google sendiri menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut.

Share :
Komentar :
text

text

Terkait

Read More