Forgot Password Register

Aksi Terorisme Identik dengan Simbol Agama, Ini Kata Mantan Teroris

Aksi Terorisme Identik dengan Simbol Agama, Ini Kata Mantan Teroris Teroris (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Aksi teror yang terjadi belakangan ini di beberapa kota di Indonesia turut menyeret simbol-simbol Islam. Mantan Terpidana Teroris, Yudi Zulfachri mengatakan seharusnya ada definisi yang jelas mengenai teroris agar stigma negatif itu tidak masuk pada ajaran Islam.

"Dari sisi teori-teori terorisme yang ada dan saya hubungkan realita yang saya alami. Hal pertama terorisme kaitan dengan definisi. Pusat penelitian membedakan terorisme dengan kejahatan biasa adalah adanya ideologi yang melatarbelakangi aksi," ujarnya saat diskusi terorisme di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

Baca juga: Mantan NII: Jika Aman Abdurrahman Divonis Mati, Teror di Indonesia Tetap Ada

Ia memaparkan, berdasarkan teorinya terorisme modern yang terjadi sejak tahun 1980 memiliki empat bentuk, yakni Anarki Wave yang diinisiasi oleh ideologi sekuler, Anti Colonial Wave yang diinisiasi ideologi nasionalis, New Life Wave dimotivasi ideologi komunis dan yang saat ini terjadi adalah masanya Religius Wave itu gelombang terorisme keagamaan.

"Ini harus dimasukkan (dalam definisi) agar tidak ada opini berkembang bahwa terorisme selalu dikaitkan dengan Islam," katanya. 

"Artinya setiap hal kejahatan yang memiliki latarbelakang ideologi politik tertentu apakah separatis, nasionalisme, komunis, agama, atau sekuler bisa masuk pada definisi terorisme karena yang berkembang sekarang justru kan terorisme banyak dikaitkan dengann Islam, orang banyak masuk Islam (tapi) tidak mendukung karena ada stigma seperti itu," katanya.

Baca juga: BIN Soal Aksi Terorisme: Tanpa Regulasi, Aparat Keamanan Ompong

Oleh karena itu definisi mengenai terorisme sebagai aksi yang ditunggangi oleh ideologi tertentu penting karena akan menentukan target yang dituju oleh aksi teror. Sedangkan undang-undang saat ini dinilainya belum menyentuh pada definisi terorisme yang lekat dengan sebuah ideologi.

"Ideologi menentukan siapa yang menjadi target teorisme. Dalam sebuah jurnal-- ideologi jadi motif bagi teroris untuk menentukan target. Keberadaan ideologi ini tidak bisa dipungkiri. Saya lihat di UU no 15 definisi terorisme sama sekali tidak menyentuh ideologi. Sedangkan tempat masuknya (justru) lewat ideologi," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More