Forgot Password Register

Anak Pelaku Bom Surabaya Masih Alami Gangguan Mental

Anak Pelaku Bom Surabaya Masih Alami Gangguan Mental Bom Mapolrestabes Surabaya (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Kondisi AIS, anak perempuan pelaku terorisme di Polresta Surabaya hingga kini masih mengalami gangguan mental. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Dr Kohar Hadi Santoso, ASI harus didampingi psikolog untuk membantu proses pemulihannya.

"Dari secara kejiwaannya perlu pendekatan khusus, memang dari psikologi memerlukan pendekatan khusus," kata Kohar di RS Bhayangkara, Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Polda Riau Diserang Teroris, 2 Orang Tewas

Kohar menjelaskan, traumatik yang kemungkinan dialami AIS adalah trauma terhadap benturan, sehingga dapat berefek pada tekanan darah yang tidak stabil.

"Benturan cukup keras, kita khawatir hypodinamic-nya berpengaruh kepada tekanan darah yang tidak stabil," katanya. 

Meski begitu, Kohar memastikan kondisi AIS secara fisik akibat luka-luka di tubuhnya telah berangsur membaik dan stabil

"Secara fisik kondisi memang telah cukup stabil. Luka-luka ditangan sudah (pulih) ada berbagai gres, memang butuh perawatan lanjutan untuk kejiwaannya saja," kata Kohar.

Baca juga: Wartawan TVOne dan MNC Jadi Korban Serangan Teroris di Mapolda Riau

Dalam hal komunikasi, kata Kohar, AIS juga telah bisa ditanyai seputar hal kecil dan ringan, namun belum dapat berkomunikasi lancar selayaknya orang sehat.

"Komunikasi lancar, cuma enggak bisa komunikasi lancar begini, karena ada rasa takut ada trauma healing yang harus kita lakukan," ujarnya.

Dalam membantu proses penyembuhan traumanya, tim kesehatan juga melibatkan nenek AIS saat pemulihan pengobatan untuk memulihkan kejiwaan AIS.

"Ada keluarga yang dilibatkan pemulihan termasuk neneknya dan ini pengamanan takut ada hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Kohar.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More