Pantau Flash
Tundukkan Sesama Wakil Jepang, Yuki/Sayaka Rebut Juara Indonesia Open 2019
Vatikan Bongkar Makam untuk Cari Gadis Hilang 36 Tahun Silam di Roma
Cabor Bulu Tangkis Sukses Kawinkan Emas di Asean School Games 2019
Menteri Susi Ancam "Tenggelamkan" Pembuang Sampah Plastik ke Laut
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019

Anies Pastikan Pemprov DKI Jakarta Ambil Alih Pengelolahan Air dari Swasta

Headline
Anies Pastikan Pemprov DKI Jakarta Ambil Alih Pengelolahan Air dari Swasta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor Wakil Presiden Jakarta. (Foto: Antara/Fransiska Ninditya)

Pantau.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengambil alih pengelolaan air, serta telah menerima rekomendasi terkait dengan polemik pengelolaan air. 

"Rekomendasi yang diberikan oleh Tim Evaluasi Tata Kelola Air adalah melalui pengambilalihan pengelolaan air dari swasta," kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Anies Baswedan Siap Terima Dua Nama Cawagub Pengganti Sandiaga

Dia mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai hak dasar warga Jakarta adalah prioritas Pemprov DKI Jakarta dengan demikian harus segera dilaksanakan pengambilalihan pengelolaan air di Jakarta. Itu juga sekaligus mendukung tercapainya percepatan target perluasan cakupan layanan air bersih, kata Anies.

Menurutnya langkah pengambilalihan ini amat penting untuk mengoreksi perjanjian yang dibuat pada tahun 1997 lalu. Setelah perjanjian kerja sama dengan swasta berjalan selama 20 tahun, pelayanan air bersih tidak berkembang sesuai harapan.

Dijelaskannya, selama ini cakupan pelayanan tidak tercapai dari target 82 persen yang dijanjikan, dan tingkat kebocoran air mencapai 44.3 persen. 

Baca juga: Ini Alasan Anies Ingin JPO dan Trotoar di DKI Jakarta Harus Artistik

Hal ini, jelas Anies, membuat Jakarta menjadi salah satu kota dengan tingkat kebocoran air tertinggi dibanding kota-kota metropolitan lain di dunia.

"Sementara disisi lain pihak swasta diberikan jaminan keuntungan yang terus bertambah jumlahnya setiap tahun. Ketidakadilan perjanjian ini merupakan perhatian kami, kata Gubernur," kata Gubernur.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: