Forgot Password Register

Ini Alasan Anies Ingin JPO dan Trotoar di DKI Jakarta Harus Artistik

Ini Alasan Anies Ingin JPO dan Trotoar di DKI Jakarta Harus Artistik Pembangunan JPO Bundaran Senayan yang menelan anggaran sebesar Rp17,4 miliar ditargetkan akan selesao pada pertengahan bulan Januari 2019. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pantau.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan trotoar yang ada di DKI Jakarta harus tampak artistik.

"Mengapa JPO, trotoar itu harus dibangun dengan artistik, karena kita ingin jalan kaki semata-mata dipandang sebagai perjalanan pengalaman," ujar Anies di Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Baca juga: Pantau Video: Revitalisasi Tiga JPO di Sudirman Terus Dikebut

Beberapa waktu lalu, Anies telah mengecek dua proyek revitalisasi JPO Bundaran Senayan dan JPO Gelora Bung Karno. Dua JPO tersebut memiliki desain arsitektur unik dan berbeda dibanding desain JPO lainnya.

Anies mengatakan bahwa dirinya mengecek ketinggian-ketinggian yang nantinya akan dirasakan pejalan kaki sebagai pengalaman unik dari dua JPO berdesain unik tersebut.

"Jalan kaki dipandang sebagai pengalaman, setiap waktu orang melewati, mengalami unik yang berbeda. Nah desainnya harus memastikan bahwa itu terintegrasi dengan suasana yang ada di sekitarnya," imbuh Anies.

Baca juga: Ini Kata Anies Baswedan Usai Jalani Pemeriksaan Bawaslu Soal Salam 'Dua Jari'

Hingga saat ini, proses revitalisasi JPO Bundaran Senayan dengan JPO Gelora Bung Karno Jakarta Pusat masih terus berlangsung. Pengecekan yang dilakukan oleh Anies bersandarkan oleh cuaca dan waktu untuk merasakan kendala pejalan kaki serta melihat ketinggian JPO yang dilewati.

"Kemarin kita ngecek pada saat hujan, saat sore, pagi, saya ajak mereka untuk merasakan sendiri. Beda tidak ketinggian-ketinggiannya. Kalau progres, tanya kepada pelaksana, kendala utamanya pada hujan, ujar Anies.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More