
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan baru dengan tidak lagi menggunakan material besi pada pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), menyusul maraknya pencurian komponen logam di sejumlah JPO wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Gunakan Conwood sebagai Material Alternatif
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan Dinas Bina Marga untuk mengganti material besi dengan conwood atau concrete wood pada seluruh proyek JPO baru.
“Saya minta semua JPO yang baru gunakan wooden press, tidak bisa diambil atau dicuri lagi,” ungkapnya dalam pernyataan resmi, Jumat (25/1).
Conwood merupakan material berbasis campuran semen yang menyerupai kayu, ramah lingkungan, dan tidak memiliki nilai jual sebagai besi, sehingga tidak menarik bagi pencuri.
Langkah ini diambil untuk melindungi fasilitas umum dari pencurian berulang yang membahayakan keselamatan warga.
Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil atau merusak infrastruktur publik.
“Ini untuk kepentingan publik, jangan ambil material JPO. Itu fasilitas umum!” tegasnya.
Pencurian Besi di JPO Kian Marak
Kebijakan ini lahir sebagai respons atas kasus pencurian di sejumlah JPO, seperti JPO Sahabat di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang kehilangan pelat lantai dan anak tangga, serta JPO Koja di Jakarta Utara, yang kehilangan pegangan besi pada Juli 2025.
Bahkan, pencurian tersebut terjadi saat banjir, ketika JPO seharusnya menjadi akses penyelamat warga.
Sebagai contoh penerapan awal, JPO di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Barat, telah lebih dulu menggunakan conwood dan dinilai lebih aman.
Kebijakan ini mencerminkan pendekatan preventif dan inovatif Pemprov DKI dalam menjaga infrastruktur kota, sekaligus mendorong edukasi publik tentang pentingnya menjaga fasilitas umum.
- Penulis :
- Gerry Eka







