Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pramono: Rute Blok M–Bandara Soetta Diharapkan Tekan Kemacetan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pramono: Rute Blok M–Bandara Soetta Diharapkan Tekan Kemacetan
Foto: Ilustrasi - Penumpang Transjabodetabek rute S61 Alam Sutera - Blok M tiba di Halte Transjakarta Blok M, Kamis 24/4/2025 (sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut rute baru Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno Hatta diharapkan dapat membantu menekan kemacetan di sekitar kawasan bandara.

Pramono menyampaikan hal itu saat berada di Halte Blok M, Jakarta Selatan, pada Kamis.

Menurut dia, tingginya penggunaan kendaraan pribadi menuju Bandara Soekarno Hatta menjadi salah satu faktor yang berpotensi menambah beban lalu lintas di lapangan.

“Sekitar 70 sampai 80 persen masyarakat yang pergi ke Bandara Soekarno Hatta menggunakan kendaraan pribadi,” kata Pramono.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan serta laporan lapangan, jumlah masyarakat yang mengunjungi Bandara Soekarno Hatta mencapai sekitar 54,9 juta orang setiap tahun.

Pramono menilai angka tersebut sangat besar sehingga berdampak pada potensi kemacetan di kawasan bandara.

“Angkanya signifikan. Sehingga kalau 70 sampai 80 persen dari 54,9 itu menggunakan transportasi pribadi, pasti berpotensi untuk menambah beban atau traffic jam di lapangan,” ujarnya.

Rute Baru Disiapkan Jadi Solusi

Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap kehadiran rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno Hatta dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pramono meyakini rute baru tersebut akan menjadi salah satu layanan transportasi yang diminati masyarakat.

Untuk mendukung operasional rute itu, sebanyak 14 bus telah disiapkan.

Dengan jumlah armada tersebut, layanan ini diperkirakan dapat melayani sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang setiap hari.

Pramono juga mencontohkan keberhasilan rute Transjabodetabek Blok M–Bogor yang mengalami peningkatan jumlah penumpang.

“Seperti ketika kita menargetkan untuk Transjabodetabek Blok M - Bogor yang waktu itu rencananya 2.000 penumpang, sekarang hari libur itu sudah 8.500 lebih. Bahkan average-nya udah di atas 7.000. Sehingga kemanfaatan Transjabodetabek bagi warga Jakarta dan sekitarnya memang cukup tinggi,” katanya.

Bus Dilengkapi Tempat Koper

Dalam kesempatan yang sama, Pramono menjelaskan bahwa bus yang digunakan pada rute Blok M–Bandara Soekarno Hatta dilengkapi fasilitas untuk menyimpan tas dan koper penumpang.

Ia mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang kebutuhan penumpang yang bepergian ke bandara.

“Di dalam busnya sendiri ada tempat untuk menaruh koper-koper. Walaupun pasti kalau orang bepergian kan kopernya banyak, nggak semua koper itu akan bisa mendapatkan tempat tersendiri, sehingga ada beberapa koper yang pasti nantinya bersama penumpang. Itu konsekuensinya,” ungkapnya.

Penulis :
Arian Mesa