Pantau Flash
FIFA Akan Tentukan 4 Calon Venue Piala Dunia U-20 Pekan Depan
PLN Targetkan Tambah Kapasitas Pembangkit Listrik EBT pada 2020
Pelaku Kasus Jiwasraya, Luhut: Dimiskinkan Biar Kapok!
Rupiah Ditutup Melemah Tipis Jelang Akhir Pekan
Presiden Jokowi: Laksamana Madya TNI Aan Kurnia Jadi Kepala Bakamla

AS Naikkan Usia Minimum Pengguna Rokok Elektrik Jadi 21 Tahun

AS Naikkan Usia Minimum Pengguna Rokok Elektrik Jadi 21 Tahun Ilustrasi rokok elektrik. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mendukung kenaikan usia minimum bagi para pembeli rokok elektronik atau vape. Usia bagi pembeli akan dinaikkan dari yang sebelumnya 18 menjadi 21 tahun, ini dilakukan sebagai bagian dari rencana mengurangi penggunaan vape di kalangan muda.

Kendati demikian, Trump mengaku khawatir soal regulasi yang berlebihan terhadap bisnis rokok elektrik. Dasarnya, pemerintah mempertimbangkan melarang sepenuhnya penggunaan vape yang populer di kalangan remaja.

Usia minimum yang diberlakukan pemerintah federal untuk membeli produk tembakau adalah 18 tahun. Namun, sebanyak 18 negara bagian dan District of Columbia menetapkan batas usia minimum yaitu 21 tahun.

Baca juga: Di AS, Orang Meninggal Akibat Sakit yang Berkaitan dengan Vape Makin Banyak


"Kami akan mengeluarkan keputusan sangat penting terkait vaping. Kita harus merawat anak-anak kita yang paling penting, jadi kita akan memutuskan batas usia 21 tahun atau lebih," ujar Trump seperti dinukil dari AFP, Minggu (10/11/2019).

Menaikkan usia minimum secara federal memerlukan keputusan dari Kongres. Trump menilai makalah kebijakan itu akan dikeluarkan pekan depan.

Baca juga: Infografis 5 Negara yang Melarang Vape, Indonesia Termasuk?


Pemerintah mengumumkan pada September bahwa mereka akan segera melarang produk-produk vape beraroma khusus. Namun upaya lobi dari industri vape diduga mengubah keputusan itu.

"Kami memiliki banyak orang yang harus diperhatikan, termasuk pekerjaan. Hal itu (vape) sudah menjadi industri besar. Kami akan mengatasinya," tutup Trump.


Tim Pantau
Sumber Berita
Reuters
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Internasional

Berita Terkait: