Forgot Password Register

Bacakan Puisi Tentang Sosok Keumalahayati, Prilly Latuconsina Berurai Air Mata

Prilly Latuconsina (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati) Prilly Latuconsina (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Tak hanya pandai berakting, Prilly Latuconsinna memang dikenal gemar menulis puisi. Beberapa waktu lalu, pemeran Risa pada film Danur itu bahkan menerbitkan buku puisi perdananya berjudul 5 Menit dan Rasa Rindu.

Tapi membacakan puisi di depan khalayak ramai rupanya menjadi pengalaman baru baginya. Prilly mengaku terkejut saat diminta oleh aktris Marcella Zalianty untuk membacakan puisi dari budayawan Eros Djarot dalam peluncuran komik Keumalahayati

Baca juga: Alasan Lucu Bianca Jodie Kerap Ikut Berpuasa Meski Non-Muslim

"Aku sampai (bilang),'Kakak yakin ini puisi kasih ke aku?' Soalnya aku biasanya bacain puisi cinta. Tapi ini puisinya punya makna yang dalem banget," kata Prilly usai membacakan puisi di auditorium Perpustakaan Nasional, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (21/5/2018). 

Saat membacakan puisi kisah hidup Keumalahayati, pahlawan perempuan Aceh, di atas panggung kekasih Maxime Bouttier itu  sampai tak kuasa menahan tangis. Ia mengaku hatinya berdebar saat membaca tiap bait pada puisi. 

"Deg-degan banget, aku sampe gemeteran. Aku sebenarnya udah gak asing sama puisi. Tapi bacakan puisi tentang pahlawan, tentang laksamana pertama dan sosok perempuan yang emang diliat banget di Aceh, aduh berat banget puisinya," ceritanya. 

Naskah puisi tersebut baru diterima Prilly sehari sebelum pementasan. Bahkan ia mengaku baru latihan membaca naskah tersebut sehari sebelum naik panggung. 

Baca juga: Marcella Zalianty Inisiasi Komik Pahlawan Aceh 'Keumalahayati'

Lantaran terlalu berkonsentrasi saat di atas panggung karena takut salah baca, Prilly sampai tak berani menatap beberapa tokoh penting yang juga hadir pada acara tersebut, seperti Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan beberapa budayawan. 

"Aku bener-bener konsen banget. Takut salah baca satu kata aja udah ancur maknanya. Aku sampai gak berani natap tokoh penting. Aku gak berani liat pak Triawan, pak Gatot, ka Marcella. Udah aku menganggapnya ini kosong," ucapnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More