Pantau Flash
Hampir Seribu Personel Pengamanan VVIP Amankan Kedatangan Jokowi di NTT
Jakarta Diprediksi Akan Diguyur Hujan Sejak Siang hingga Malam Nanti
Puluhan Pohon Ganja Ditemukan Tumbuh Subur di Gunung Guntur Jabar
BIN Sudah Deteksi Sejak Lama Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire
Kominfo: Netflix Harus Patuh dengan Regulasi UU ITE

Bappenas Pastikan Ruang Terbuka Hijau di Ibu Kota Baru Mencapai 50 Persen

Bappenas Pastikan Ruang Terbuka Hijau di Ibu Kota Baru Mencapai 50 Persen Ilustrasi Pulau Kalimantan (Foto: Antara)

Pantau.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memastikan ruang terbuka hijau di ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur akan mencapai sekitar 50 persen. Hal itu bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

"Ruang terbuka hijau harus terbesar, secara peraturan 30 persen tapi nanti di ibu kota baru harus lebih besar, paling tidak 50 persen," kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Prawiradinata di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Baca juga: Bappenas Pamer Pemindahan Ibu Kota RI ke Kongres Dunia

Menurut dia, upaya itu untuk mendukung ibu kota baru di Kalimantan Timur mengusung konsep kota pintar, hijau, indah dan berkelanjutan.

Untuk memastikan ruang terbuka hijau lebih luas, Rudy mengungkapkan pembangunan kawasan perumahan khususnya rumah dinas para aparatur sipil negara (ASN) akan dibangun secara vertikal atau apartemen.

"Nanti untuk memastikan lingkungan hidup di sana tidak banyak terganggu, 'kan sebenarnya yang bikin kumuh itu masyarakat masih senang perumahan dengan lahan, tapi kami pilih (bangun) ke atas," ucapnya.

Rencananya, lanjut Rudy, total ASN yang akan dipindahkan ke Kalimantan Timur sekitar 900 ribu orang.

Baca juga: BPN: RUU Pertanahan Jadi Acuan Pemilihan Tanah di Ibu Kota Baru

Mereka, kata dia, diutamakan ASN muda yang menempati apartemen dinas sebagai bentuk insentif pegawai negeri sipil itu.

Sementara itu, pemerintah juga akan memperbaiki akses menuju ibu kota baru terutama dari Balikpapan

"Kami harus persiapkan juga perencanaan pembangunan di Balikpapan dan Samarinda karena pasti kena dampak signifikan, jangan sampai banyak pendatang, tapi kota tidak siap akhirnya jadi kota kumuh," katanya.

Selain permukiman, Rudy menjelaskan pemerintah akan menyiapkan sanitasi, air bersih serta infrastruktur dasar lainnya.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: