Forgot Password Register

Headlines

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Catat Tanggalnya!

Gelombang tinggi di Yogyakarta (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko) Gelombang tinggi di Yogyakarta (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Pantau.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi pada tanggal 23-28 Juli 2018. Gelombang tinggi diprediksi mencapai ketinggian 2,5 hingga 6 meter. Sementara puncak cuaca ekstrim diperkirakan terjadi pada tanggal 24-25 Juli 2018.

Kepala BMKG Prof Dwi Korita menyampaikan perkiraan tinggi gelombang laut, tanggal 23-28 Juli. Ia memaparkan tanggal tersebut akan mengalami tinggi gelombang 1,25-2,5 meter. Tinggi tersebut masuk dalam kriteria sangat waspada.

"Berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian timur, Perairan timur Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Perairan Bau-Bau hingga perairan Wakatobi, Laut Banda perairan selatan Pulau Buru, Pulau Seram, Perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Babar-Kepulauan Tanimbar, Perairan barat Yos Sudarso, Laut Arafuru, Perairan Jayapura," ujarnya dalam jumpa pers yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/7/2018) 

Baca juga: Gelombang Tinggi, BMKG Imbau Nelayan Tak Melaut

Ia menambahkan, untuk tinggi gelombang 2,5-4 meter, dengan status berbahaya berpeluang terjadi di perairan Sabang, perairan Utara dan barat Aceh, Perairan barat Pulau Simeulue, hingga Kepulauan Mentawai, Perairan barat Bengkulu hingga Lampung

"Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali, Selat Lombok, Selat alas bagian selatan, Perairan selatan Pulau Sumba laut Sawu, Perairan selatan hingga Pulau Rote," imbuhnya.

Sementara gelombang sangat berbahaya terjadi 24-25 Juli akan mencapai 4 hingga 6 meter di perairan Sabang, sehingga biasanya banyak kegiatan yang harus diwaspadai.

"Kemudian Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan barat l Bengkulu hingga Lampung, Samudera Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Selat sunda, Selat Bali Selat Lombok hingga Alas bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa, hingga NTB," pungkasnya.

Baca juga: Waspada! Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jabar Capai 5 Meter

Terkait hal tersebut, Menteri Perhubungan juga meminta agar para pemangku kepentingan juga berkoordinasi terutama pemerintah daerah yang memiliki garis pantai, juga petugas pelabuhan berkoordinasi dengan BMKG.

"Kami minta bantuan Pemda yang memiliki garis pantai Samudera Hindia juga secara khusus Syahbandar yang sudah kami ingatkan secara khusus berkomunikasi dengan BMKG ada yang secara umum membahayakan ada juga titik ekstrim yang perlu diwaspadai," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More