Forgot Password Register

Cerita Pesepakbola Bahrain Kembali ke Melbourne Usai Batal Dideportasi Thailand

Cerita Pesepakbola Bahrain Kembali ke Melbourne Usai Batal Dideportasi Thailand Hakeem ditahan di Bangkok sejak bulan November setelah tiba untuk berbulan madu. (Foto: AP/Sakchai Lalit via ABC News)

Pantau.com - Seorang pengungsi asal Bahrain yang tinggal di Melbourne Hakeem al-Araibi sedang dalam perjalanan kembali ke Australia setelah dibebaskan dari penjara di Thailand hari Senin malam, 11 Februari 2019.

Pihak kejaksaan Thailand mengajukan pembatalan terhadap usaha untuk mengekstradisi Hakeem ke Bahrain di mana ia menghadapi kemungkinan penjara 10 tahun karena melakukan serangan yang merusak sebuah kantor polisi. Namun, ia membantah semua tuduhan tersebut, dan mengatakan kasusnya bermotifikan politik.

Setelah pembatalan kasus tersebut, Hakeem dibawa dari penjara ke bandara. Masih belum jelas kapan dan mengapa pemerintah Thailand memutuskan membebaskan Hakeem.

Baca juga: Bebas dari Indonesia, Eks Terpidana Bali Nine Divonis di Australia 

Namun, dilaporkan Bahrain setuju untuk membatalkan permintaan ekstradisi setelah adanya pembicaraan antara Putra Mahkota Bahrain Pangeran Salman bin Hamad Al Khalifa dengan Menlu Thailand di akhir pekan. Pejabat di Bahrain mengatakan negerinya memperkuat hak untuk melakukan semua tindakan hukum guna mengejar al-Araibi.

"Keputusan bersalah terhadap al-Araibi masih berlaku dan al-Araibi memiliki hak untuk melakukan banding atas keputusan pengadilan' di Pengadilan Banding Bahrain," kata Kementerian Luar Negeri Bahrain setelah Hakeem al-Araibi dibebaskan, seperti dilansir ABC News, Selasa (12/2/2019).

Thailand sudah banyak mendapat tekanan dari pemerintah Australia, badan olahraga, dan kelompok HAM untuk membiarkan Hakeem kembali ke Australia di mana dia memiliki status sebagai pengungsi dan menjadi pemain sepakbola profesional.

Baca juga: Thailand Janji Tidak akan Deportasi Gadis Saudi yang Cari Suaka ke Australia

Pria berusia 25 tahun tersebut adalah mantan pemain timnas Bahrain namun meninggalkan Bahrain untuk pindah ke Melbourne karena penindasan politik dan takut akan disiksa bila dia kembali ke sana. Ia mengaku menjadi sasaran penanahan karena dia dari keluarga Syiah, dan karena saudara laki-lakinya aktif dalam kegiatan politik di Bahrain.

Sebagian besar penduduk Bahrain menganut paham Syiah namun yang berkuasa adalah keluarga kerajaan yang menganut paham Sunni. Dia ditahan di Bangkok dua bulan lalu atas permintaan Bahrain melalui Interpol setelah dia tiba di ibukota Thailand tersebut bulan November ketika sedang berbulan madu dengan istrinya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More