
Pantau.com - Berbicara sepakbola tentu banyak kisah dan cerita yang luar biasa di dalamnya. Dari kisah lucu, bahagia, sedih, hingga penipuan juga ternyata ada dalam dunia si kulit bundar ini seperti pesepakbola penipu di dunia. Di balik itu semua, ternyata olahraga yang dapat menyatukan banyak orang ini hingga terselip cerita yang mengejutkan. Di mana dunia sepakbola dan tim besar, ternyata pernah mengalami penipuan atau pun pemalsuan terbesar di dunia bola ini.
Siapa Saja Pesepakbola Penipu di Dunia Itu?
Pantau.com merangkum ada lima kasus penipuan dan pemalsuan terhebat di jagat sepakbola dunia. Lantas siapa saja mereka dan apa motivasinya?
1. Ali Dia

Ali Dia. (Foto: Mirror)
Mungkin bagi kalian pecinta sepakbola pernah mendengarkan nama orang satu ini. Ali Dia yang dikenal sebagai sosok penipu ulung di kancah sepakbola dunia. Bagaimana tidak, nama ini identik dengan satu penipuan terbesar dalam sejarah Premier League.
Ali Dia berhasil membohongi Southampton hanya melalui sekali telepon kepada manajer Southampton pada 1996, yang bernama Graeme Souness. Souness menerima sambungan telepon dari sesorang yang mengaku pemain terbaik dunia yakni George Weah yang merekomendasikan Ali Dia.
Akhirnya Ali Dia direkrut oleh manajer kawakan Graeme Sounness tahun 1996, usai menerima rekomendasi dari sepupunya, yang tak lain adalah legenda AC Milan, George Weah. Namun, ketika diselidiki Dia hanyalah teman kampus Weah, dan dirinya menemukan nomor telepon Sounness, dengan berpura-pura sebagai Weah. Ali Dia pun langsung resmi dikontrak selama satu bulan dari Gateshead.
Para suporter Southampton memberikan harapan lebih kepada pemain asing yang baru saja didatangkan tersebut. Bahkan semua orang mengira bahwa Ali Dia adalah pemain terbaik yang dimiliki. Tapi ia memiliki nasib baik, dengan langsung masuk dalam skuad cadangan dan ternyata saat itu Southampton sedang diserang cedera para pemainnya sehingga ia pun dipercaya menjalani debutnya.
Tepat pada Sabtu, 23 November 1996 Ali Dia dipercaya menjalani debutnya bersama Southampton. Dia masuk di menit ke-32 menggantikan Matt Le Tissier yang cedera, dan ternyata ia terlihat begitu canggung di menit-menit pertama. Akhirnya pelatih Southampton Souness menyadari bahwa dia bukan pemain yang baik, ia pun ditarik kembali di menit ke-85 digantikan Ken Monko. Praktis, Dia hanya bermain 53 menit untuk Southampton dan terlihat seperti seorang amatir saat bermain bola.
Kesimpulanya jelas bahwa Souness telah ditipu, Southampton pun ditipu. Dia pun dilepas oleh Southampton setelah hanya 14 hari berada di tim berjuluk The Saints tersebut. Dia dilepas oleh Southampton, namanya mulai pudar di berita surat kabar Inggris kecuali tentang kisah perekrutan terburuk dalam sejarah Premier League.
2. Carlos Kaiser

Kaiser. (Foto: The Telegraph)
Tak perlu kalian tanya apa mimpi dari anak-anak kecil di Brasil, karena jawaban mereka akan sama, yakni menjadi pemain sepakbola terkenal. Begitu juga dengan pemain bernama Carlos Kaiser tersebut, namun bukannya menjadi salah satu pesepakbola hebat. Tapi kini ia justru dikenang sebagai salah satu penipu ulung yang pernah menghebohkan dunia sepakbola.
Pria yang memiliki nama asli Carlos Henrique Raposo itu memiliki strategi hebat untuk meyakinkan banyak orang jika dirinya merupakan pesepakbola andal. Tapi ternyata itu hanya ucapannya, karena selama hidup dan karirnya ia tak pernah berhasil mencetak satu gol sama sekali dalam hidupnya.
Baca juga: 5 Klub Premier League yang Alami Musim Mengerikan, Man United Bukti Nyata
Meski tak bisa menggocek bola tak membuatnya menyerah begitu saja, bahkan ia mengambil langkah yang salah dansangat disayangkan yang membuat jagat sepak bola gempar.
Di sinilah ia mulai mengatur strategi dengan menipu orang atau tepatnya klub-klub sepakbola agar dirinya di kontrak. Carlos Kaiser mulai menipu dan ternyata dirinya sempat dikontrak oleh klub-klub elite di Brasil, seperti Bangu, Botafogo,Vasco Da Gama, Palmeiras, Flamengo, serta klub Prancis, Gazelec Ajaccio. Ia cukup sukses membangun image sebagai ‘penyerang hebat’ pada masa itu.
Pria berpaspor Brasil itu tak kesulitan karena mulai menjalin pertemanan dengan pemain bintang pada tahun 1980. Kaiser mulai dekat dengan pemain seperti Romario, Bebeto, Edmundo hingga Ricardo. Sehingga dengan itu ia pun meminta teman-temannya merekomendasikannya dan ia pun akhirnya dikontrak dengan klub temannya selama tiga bulan.
Ternyata hal itu pernah ia akui sendiri dalam salah satu wawancara bahwa ia menipu. Ketika latihan fisik selesai dan diminta berlatih dengan bola, saat itu Kaiser akan mengeluarkan jurus keduanya. "Saya akan meminta pemain lain memberi saya umpan. Lalu, saya menendang bola itu jauh-jauh. Saat pemain itu kembali setelah mengambil bola, saya akan memegangi hamstring saya, pura-pura cedera," ujar Kaiser saat membuat pengakuan dalam program televisi Rede Globo, Esporte Espetacular, 2011.
3. Alessandro Zarrelli
Zarrelli. (Foto: Istimewa)
Pesepakbola penipu asal Italia, Zarrelli adalah salah satu penipu ulung di dunia sepakbola pada musim 2004/2005. Saat itu Zarrelli mengirim fax kepada klub-klub di Wales dan Irlandia Utara mengatasnamakan salah satu Direktur Eksekutif Federasi Sepakbola Italia (FIGC) bernama Matteo Colobose. Dalam surat tersebut disebutkan FIGC sedang mempromosikan pemain-pemain muda berbakat Italia ke klub-klub Britania Raya.
Zarrelli kemudian berhasil menipu klub Divisi 2 Irlandia Utara, Lisburn Distillery, yang mengontraknya selama satu musim. Satu tahun kemudian, pemain asal Italia itu hampir sukses menipu klub Wales, Bangor City. Bahkan, pria asal Italia itu sempat menjadi idola baru suporter Bangor City meski belum pernah bermain. Dia beberapa kali memberikan wawancara dan foto bersama suporter Bangor.
Beruntung, Bangor mampu mengendus tindakan penipuan Zarrelli setelah mendapat informasi dari pihak Linburn. Usaha Zarrelli untuk menipu klub Wales lainnya, Connah's Quay Nomads, juga gagal meski sudah menjalani latihan bersama klub tersebut.
4. Taribo West

Taribo West si penipu ulung. (Foto: AP)
Taribo West adalah salah satu bek yang wajib dibeli karena permainan uniknya. Ia memulai karir sepakbola profesionalnya di negerinya sendiri, Nigeria.
Beberapa klub seperti Sharks FC merupakan tim profesional pertama yang pernah dia bela. Dari Sharks, dia lanjut ke Obanta United pada tahun 1989 sebelum kembali ke klub pertamanya. Kemudian di tahun 1991, dia bergabung dengan Enugu Ranger dan akhirnya merintis karir bersama Julius Berger Lagos di tahun 1992. Namanya baru melejit ketika pindah ke Prancis.
Baca juga: 5 Pesepakbola Bermuka Boros, Salah Satunya Ada yang Alami Banget
Bahkan ia masuk ke tim nasional Nigeria, Taribo tidak melewatkan satu menit pun dan sukses mempersembahkan medali emas kepada negaranya tersebut di ajang Olimpiade. Bukan hanya itu, Dia juga mengantarkan Auxerre ke perempatfinal Liga Champions di musim 1996/1997. Dan karena itu pun Taribo mulai dilirik oleh tim-tim besar, seperti Barcelona, Real Madrid dan lainnya.
Namun hal itu tak selalu manis, di mana mantan pemain Timnas Nigeria ini telah dituduh atas pemalsuan umur. Mantan Presiden Partizan Belgrade, Ivan Curkovic, mengklaim saat merekrut West dari Kaiserslautern pada 2002, usia mantan bek Inter Milan itu bukan 28 tahun, melainkan 40 tahun.
West juga pernah gagal hengkang ke klub asal Kroasia, HNK Rijeka, pada 2006 karena ketahuan melakukan pemalsuan umur. West mengaku kepada pihak Rijeka masih 32 tahun, padahal faktanya sudah 44 tahun. Di tahun yang sama, West hengkang ke Plymouth Argyle dan hanya tampil di 4 pertandingan.
5. Sir Alf Ramsey

Sir Alf Ramsey. (Foto: Istimewa)
Ramsey hingga kini masih tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang mampu mengantarkan Inggris sebagai juara Piala Dunia (1966).
Pada buku "Winning Isn't Everything: A Biography of Sir Alf Ramsey", penulis Dave Bowler mengatakan Ramsey pernah melakukan pencurian umur saat masih aktif bermain.
Mantan pelatih Southampton dan Tottenham Hotspur itu mengubah akte kelahirannya dari 1920 ke 1922. Hal itu dilakukan Ramsey karena takut tidak bisa mendapat kontrak profesional usai Perang Dunia II (1939-1945) karena dianggap terlalu tua.
- Penulis :
- Tatang Adhiwidharta









