Pantau Flash
ASEAN School Games 2919 Resmi Dibuka, Menpora: Selamat Bertanding
Axl Roses Ditangkap karena Edarkan Ganja
Tak Puas dengan Sebelumnya, KPK Minta Presiden Bentuk TGPF Baru Kasus Novel
Pengacara Tomy Winata Serang Hakim di PN Jakpus, Jidat Dihantam Gesper
Rian Ernest Dipolisikan karena Sebut Politik Uang di Pemilihan Wagub DKI

Di Luar Dugaan, Scott Morrison Menangi Pemilu Federal Australia 2019

Headline
Di Luar Dugaan, Scott Morrison Menangi Pemilu Federal Australia 2019 PM Scott Morrison, bersama isterinya Jenny (Foto: AAP/Joel Carrett)

Pantau.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison berhasil memimpin Partai Koalisi meraih kemenangan yang mengejutkan dalam pemilihan umum federal Australia yang digelar Sabtu (18/5/2019). Kemenangan Partai Koalisi ini mematahkan jajak pendapat yang digelar selama bertahun-tahun dan harapan publik.

"Saya selalu percaya pada mukjizat," Perdana Menteri Scott Morrison menyampaikan hal itu dalam pidato klaim kemenangan Partai Koalisi.

Pemilu federal yang digelar Sabtu (18/5/2019) kemarin menunjukan kekalahan telak bagi Partai Buruh, dimana pemimpin oposisi Bill Shorten langsung mengumumkan pengunduran dirinya dari kepemimpinan di partai tersebut.

Baca juga: Kacau... Peneliti Temukan Puing Sampah di Pulau Dekat Indonesia

Pada tahap ini, belum jelas apakah Partai Koalisi akan memerintah secara mayoritas atau perlu mengandalkan kemitraan dengan anggota parlemen independen dalam pemerintahan minoritas.

"Kemenangan ini adalah selalu untuk anda semua yang menonton pernyataan saya ini di rumah malam ini, bagi saya dan bagi Pemerintahan saya, bagi semua tim saya, kemenangan ini semua tentang Anda," kata PM Scott Morrison di kutip ABC.

"Malam ini adalah tentang setiap orang Australia yang bergantung pada pemerintah mereka untuk mengutamakan mereka," jelasnya.

Kemenangan PM Scott Morrison berarti dia harus menyusun Kabinet baru, setelah kehilangan sejumlah tokoh penting - termasuk Julie Bishop, Christopher Pyne, Kelly O'Dywer, Michael Keenan dan mantan menteri Craig Laundy - karena pensiun.

"Ada banyak pekerjaan yang harus kami lakukan. Dan kami akan kembali bekerja," kata Morrison.

Baca juga: Israel Tembakan Roket ke Sejumlah Ibu Kota Suriah

Partai Buruh mencari pemimpin baru

Partai Buruh menghadapi pemilu federal ini dengan keyakinan besar akan dapat memenangkan pemerintahan mayoritas setelah enam tahun dikuasai pemerintahan Koalisi dan ketidakstabilan kepemimpinan.

Tetapi Bill Shorten muncul ke publik tidak lama setelah pukul 23:30 malam waktu setempat untuk mengumumkan dirinya mengakui kemenangan Scott Morrison dan Partai Koalisi.

"Tanpa ingin mengulurkan harapan palsu, sementara masih ada jutaan suara untuk dihitung dan kursi penting belum diselesaikan, jelas bahwa Partai Buruh tidak akan dapat membentuk pemerintahan berikutnya," kata Bill Shorten.

"Saya telah menelepon Scott Morrison untuk memberi selamat kepadanya dan saya berharap yang terbaik bagi Jenny dan putri mereka.

Baca juga: Trump Bantah Berita Perselisihan dengan Para Penasihatnya

Bill Shorten juga mengatakan sudah waktunya untuk kepemimpinan baru di Partai Buruh yang telah dipegangnya selama hampir enam tahun.

"Ini adalah kampanye yang sulit, kadang-kadang beracun. Tetapi sekarang setelah kontes berakhir, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghormati hasilnya, menghormati keinginan rakyat Australia dan untuk menyatukan bangsa kita," katanya.

Bill Shorten menyatakan bangga atas kampanye yang dilakukan Partai Buruh, dan menyebutkan "pengaturan" yang dilakukan partai Koalisi dengan Clive Palmer dari Partai Persatuan Australia dan Partai One Nation, disebutnya sebagai hal yang telah merusak peroleh suara partai buruh di banyak tempat yang paling penting, terutama di Queensland dan NSW.

"Saya merasa kecewa untuk orang-orang yang bergantung pada Partai Buruh tetapi saya bangga bahwa kami berdebat tentang apa yang benar, bukan apa yang mudah," keluhnya.

Senator Partai Buruh Penny Wong menggambarkan malam itu sebagai "hasil yang sangat sulit" untuk Partai Buruh. Penny Wong dan tokoh-tokoh senior Partai Buruh mengaitkan kekalahannya ini sebagian karena terjadinya pengalihan suara pendukungnya terhadap Partai Persatuan Australia dan investasi besar yang dilakukan Clive Palmer dalam iklan kampanyenya.

"Saya pikir kita perlu memikirkan apa artinya itu bagi negara kita, jika ada sejumlah besar kursi yang berakhir pada partai politik tertentu karena ada kesepakatan dengan seorang pria seperti Clive Palmer atau Pauline Hanson," kata Senator Wong.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Internasional

Berita Terkait: