Forgot Password Register

Headlines

Diperiksa 15 Jam, Penyidik Kabulkan Penangguhan Penahanan Mantan Walikota Depok

Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi (Foto: Antara/ Indrianto Eko Suwarso) Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi (Foto: Antara/ Indrianto Eko Suwarso)

Pantau.com - Penyidik Polresta Depok mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Nur Mahmudi Ismail, tersangka kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos Kota Depok, Jawa Barat, setelah menjalani pemeriksaan selama lebih dari 15 jam.

"Kami mengajukan penangguhan penahanan dan dikabulkan. Tentunya Pak Nur akan kooperatif jika memang dipanggil kembali," kata kuasa hukum Nur Mahmudi, Iim Abdul Halim, di Depok, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Penuhi Panggilan Polresta Depok, Nur Mahmudi Lempar Senyuman ke Wartawan

Tim penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polresta Depok memeriksa mantan Wali Kota Depok dua periode tersebut secara maraton pada hari Kamis, 13 September 2018 sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 23.40 WIB.

Penyidik mengajukan 64 pertanyaan kepada mantan Presiden Partai Keadilan seputar pembebasan lahan Jalan Nangka yang akan menjadi akses masuk menuju apartemen Green Lake View.

Ini menjadi panggilan kedua Penyidik Tipikor Polresta Depok terhadap mantan Wali Kota Depok tersebut.

Pada panggilan pertama, Kamis, 6 September 2018, Nur Mahmudi tidak memenuhi panggilan penyidik karena beralasan sedang menjalani perawatan kesehatan.

Polres Kota Depok menetapkan Nur Mahmudi Ismail menjadi tersangka tindak pidana korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.

Selain Nur Mahmudi, penyidik tipikor juga menetapkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto sebagai tersangka.

Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan bahwa hasil auditor BPKP Jawa Barat diketahui kerugian negara mencapai sekitar Rp10,7 miliar dari total Rp17 miliar anggaran APBD untuk pelebaran Jalan Nangka tersebut.

Baca juga: Dalih Pemulihan Kesehatan, Nur Mahmudi Mangkir Pemeriksaan Polres Depok

Dalam pembebasan lahan ini, tim penyidik menemukan perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh Nur Mahmudi dan mantan Sekda Kota Depok Harry Prihanto.

Penetapan Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto sebagai tersangka ini pada tanggal 20 Agustus 2018.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More