Forgot Password Register

Penuhi Panggilan Polresta Depok, Nur Mahmudi Lempar Senyuman ke Wartawan

Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi (Foto: Antara/ Indrianto Eko Suwarso) Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi (Foto: Antara/ Indrianto Eko Suwarso)

Pantau.com - Tersangka kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka Sukamaju, Tapos, Kota Depok Nur Mahmudi Ismail memenuhi panggilan penyidik Tipikor Polresta Depok, Kamis (13/9/2018) pukul 08.30 WIB.

Datang didampingi oleh tiga orang kuasa hukumnya, mantan presiden PKS ini enggan berkomentar. Mantan Wali Kota Depok dua periode (2006-2016) ini, datang menggunakan mobil Toyota Innova B 7359 UB.

Baca juga: Dalih Pemulihan Kesehatan, Nur Mahmudi Mangkir Pemeriksaan Polres Depok

Nur Mahmudi enggan berkomentar saat sejumlah wartawan menanyakan kondisinya dan kesiapannya diperiksa polisi. Ia hanya tersenyum dan berjalan menuju ruang pemeriksaan Tipikor Polres Depok.

"Pak Nur siap diperiksa dan sehat serta siap memberikan keterangan," ujar kuasa hukum Nur Mahmudi, Iim Abdul Halim.

Ini merupakan panggilan kedua Penyidik Tipikor Polresta Depok terhadap mantan Menteri Kehutanan tersebut. Pada Kamis, 6 September 2018, Nur Mahmudi tidak memenuhi panggilan penyidik karena sedang menjalani perawatan kesehatan.

"Pak Nur masih dalam pemulihan kesehatannya akibat benturan ketika bermain voli, jadi tak bisa datang hari ini," ujar Iim.

Polres Kota Depok menetapkan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi menjadi tersangka tindak pidana korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.

Selain Nur Mahmudi, penyidik tipikor juga menetapkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto sebagai tersangka.

Baca juga: Polisi Naikkan Status Eks Wali Kota Depok Nur Mahmudi Menjadi Tersangka Korupsi 

Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan hasil auditor BPKP Jawa Barat diketahui kerugian negara mencapai sekitar Rp10 miliar. Lebih dari total Rp17 miliar anggaran APBD yang digelontorkan untuk pelebaran Jalan Nangka tersebut.

Dalam proses pembebasan lahan ini, tim penyidik menemukan perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh Nur Mahmudi dan mantan Sekda Kota Depok Harry Prihanto.

Penetapan Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto sebagai tersangka ini pada 20 Agustus 2018.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More