Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Penahanan Terus Berlanjut, Houthi Tahan Lagi Staf PBB di Yaman Secara Sewenang-wenang

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Penahanan Terus Berlanjut, Houthi Tahan Lagi Staf PBB di Yaman Secara Sewenang-wenang
Foto: Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg (di layar) berbicara melalui tautan video pada pertemuan Dewan Keamanan di Markas Besar PBB di New York, pada 12 Agustus 2025 (sumber: Xinhua/Manuel Elias/Foto PBB)

Pantau - Kelompok Houthi di Yaman kembali menahan secara sewenang-wenang satu staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin, 27 Oktober 2025, menambah daftar panjang personel PBB yang telah lebih dulu ditahan.

Penahanan Meningkat, Total Sudah 59 Staf PBB Ditahan

Informasi ini disampaikan oleh Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam pernyataan resminya pada Senin malam.

"Perkembangan ini terjadi menyusul penahanan lima rekan kerja kami dalam beberapa hari terakhir, termasuk dua kolega perempuan PBB sehingga total staf PBB yang ditahan berjumlah sedikitnya 59 orang," ungkapnya.

Dujarric juga mengungkapkan bahwa beberapa di antara staf PBB yang ditahan telah mengalami penahanan selama bertahun-tahun tanpa proses hukum yang jelas.

Ia menegaskan bahwa PBB mengecam keras praktik penahanan sewenang-wenang yang terus dilakukan oleh kelompok Houthi di wilayah konflik tersebut.

Kantor PBB Digeledah, Peralatan Disita

Lebih lanjut, Dujarric menginformasikan bahwa pada Minggu, 26 Oktober 2025, anggota keamanan Houthi sempat mendatangi beberapa kantor PBB yang berada di ibu kota Yaman, Sanaa.

Dalam penggerebekan tersebut, kelompok Houthi menyita berbagai aset serta peralatan teknologi informasi dan komunikasi milik PBB yang digunakan untuk mendukung operasional kemanusiaan.

PBB menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap seluruh personel yang saat ini masih ditahan, tidak hanya dari PBB, tetapi juga dari organisasi nonpemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan misi diplomatik asing.

"Mereka harus dihormati dan dilindungi sesuai dengan hukum internasional yang berlaku," ia mengungkapkan.

PBB menyatakan akan terus memantau situasi dan mendesak pihak Houthi untuk mematuhi ketentuan hukum internasional, khususnya yang terkait perlindungan terhadap personel sipil dan kemanusiaan di zona konflik.

Penulis :
Arian Mesa