Pantau Flash
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Kupang
Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis di Tangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua

Dituding Sekutu Maduro, Kolombia Jaga Perbatasan dari Kelompok ELN

Dituding Sekutu Maduro, Kolombia Jaga Perbatasan dari Kelompok ELN Presiden Kolombia Ivan Duque. (Foto: Reuters/Fredy Builes)

Pantau.com - Kolombia tidak akan mengizinkan perbatasannya dengan Venezuela dijadikan perlindungan bagi kelompok pemberontak ELN, kata Presiden Ivan Duque pada Jumat, 10 Mei 2019.

Pernyataan itu datang setelah media setempat menerbitkan dokumen yang menunjukkan bahwa Venezuela memasok senjata kepada kelompok tersebut.

Baca juga: Presiden Erdogan Kutuk Upaya Kudeta Nicolas Maduro di Venezuela

Media lokal Red+ Noticias, yang menerbitkan laporan mengungkapkan dokumen tersebut ditandatangani oleh para pimpinan militer Venezuela dan referensi pesanan dari Presiden Nicolas Maduro bahwa pasukan bersenjata memperlakukan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) sebagai sekutu mereka. Pihaknya juga menghindari ELN sebagai sasaran.

Dokumen lain konon memperlihatkan militer Venezuela memberikan bahan peledak kepada gerilyawan, yang memerangi pemerintah Kolombia selama lebih dari lima dekade.

Reuters secara independen tidak dapat memverifikasi konten dokumen tersebut, salah satunya Red+ yang ditandatangani Remigio Ceballos, komandan pasukan bersenjata Venezuela.

Baca juga: AS Akan Gunakan Perang Sipil di Venezuela untuk Lengserkan Maduro?

Kementerian Informasi dan Kementerian Pertahanan Venezuela tidak segera menanggapi untuk dimintai komentar.

Ketegangan di Venezuela meningkat sejak Januari, ketika pemimpin oposisi sekaligus Ketua Majelis Nasional Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela.

Deklarasi oleh oposisi itu kemudian didukung oleh Amerika Serikat dan para sekutunya. Sedangkan, Rusia, China, dan beberapa negara lainnya menyatakan Nicolas Maduro sebagai Presiden Venezuela yang sah.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: