Forgot Password Register

Gara-gara Gunakan Bahasa Spanyol di AS, Dua Wanita Hispanik Ini Habis Dipersekusi

Police Line. (Foto: Flickr) Police Line. (Foto: Flickr)

Pantau.com - Linda Dwire, seorang wanita dari Rifle, Colorado, ditangkap setelah melakukan persekusi terhadap dua wanita Hispanik lantaran tidak berbicara dengan bahasa Inggris, Minggu (30 September 2018).

Melansir Sputnik, jumat (5/10/2018), pertengkaran itu terjadi di dalam sebuah toko kelontong di Pasar Kota pada hari. Dwire yang berada di sana mempergoki Fabiola Velasquez dan Isabel Marin berbicara dengan bahasa Spanyol.

Rekaman keributan tersebut diunggah oleh Velasquez di akun Facebook-nya pada hari Kamis. Dalam keterangannya ia menyebutkan, Dwire mengatakan cukup gunakan bahasa Inggris jika ingin tinggal di Amerika Serikat.

Baca juga: Duh, Pesawat United Airlines Mendarat Mendadak Setelah Kekurangan Bahan Bakar

Video yang dibagikan oleh Velasquez menangkap momen ketika pembelanja lain, Kamira Trent, yang campur tangan dalam situasi tersebut.

"Kau tidak melecehkan orang. Keluar dari sini, sekarang! Aku menelepon polisi," kata Trent pada Dwire ketika Velasquez dan Marin berdiri di dekatnya.

"Kau tinggalkan orang-orang ini sendirian. Keluar!"

Bukannya langsung keluar, Dwire malah menyerang balik Trent. Ia mengatakan, dia berasal dari generasi yang berbeda yang pada akhirnya akan menghancurkan AS.

"Kamu akan kehilangan negaramu, kamu akan kehilangan negara ini," teriak Dwire sambil mengacungkan jarinya kearah Trent.

Trent yang diwawancarai BuzzFeed News mengatakan, pada awalnya ia hanya mencoba untuk melerai pertengkaran tersebut dan meminta Dwire untuk tidak menentukan bahasa apa yang pantas digunakan seseorang.

"Apa yang dia katakan dan caranya mengatakan itu salah," kata Trent.

Baca juga: Wanita Hamil dari Sperma Pria Sudah Meninggal Jadi Sorotan

Polisi Rifle Carlos Cornejo yang bertugas dalam penangkapan itu mengatakan, ia mendengar Dwire berteriak di salah satu toko tersebut.

namun Dwire menolak jika aksinya tersebut dianggap rasis. "Tidak ada hubungannya dengan ras, dan lebih berkaitan dengan menjadi patriotik," kata dia.

"Ketika orang datang ke negara saya, mereka harus cukup mencintainya untuk berbicara bahasa Inggris," tegasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More