Forgot Password Register

Gara-gara Pengelasan, AS Bikin Rudal Inggris Seharga Rp576 T 'Cacat'

Gara-gara Pengelasan, AS Bikin Rudal Inggris Seharga Rp576 T 'Cacat' Ilustrasi misil rudal. (Foto: Reuters/Kieran Doherty)

Pantau.com - Misil-misil rudal generasi akan datang milik Inggris seharga USD31 miliar atau setara Rp576 triliun terancam tertunda pengirimannya. Pasalnya ada yang salah dalam sistem pengelasan yang dirancang dan diproduksi oleh Amerika Serikat. 

Juru Bicara Komando Sistem Laut Angkatan Laut AS Bill Couch tak menepis hal itu. Ia menambahkan, hingga saat ini tak ada satupun tabung rudal yang dikirimkan oleh kontraktor AS, BWX Technologies.

Cacat produksi tersebut jelas dapat menghambat penggantian empat kapal selam rudal balistik kelas Vanguard milik Royal Navy, yang digantikan oleh kapal selam kelas Dreadnought yang baru. Dijadwalkan akan mulai beroperasi pada tahun 2030-an.

Baca juga: Viral! Kampus Kedokteran Jepang Curangi Perempuan Selama 1 Dekade

Couch mengatakan, operasi pengelasan oleh perusahaan telah ditunda sampai penyelidikan penuh dapat diselesaikan.

"Angkatan Laut (AS) bekerja sama dengan Inggris untuk mengevaluasi dampak terhadap Dreadnought," katanya seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (9/8/2018).

Produsen senjata Inggris, BAE Systems, sedang membangun empat kapal selam tetapi programnya bergantung pada integrasi yang mulus antara teknologi dan komponen dari AS yang dikomandoi General Dynamics.

Baca juga: Konyol! Jet Tempur Spanyol Tak Sengaja Tembakkan Rudal Ganas Saat Latihan NATO

Kerja sama Inggris-AS di bidang sensitif tentang senjata nuklir mengacu pada Perjanjian Nassau 1962, sebuah perjanjian yang membuka jalan bagi peluncuran program Polaris Inggris.

"Kami menyadari bahwa masalah kualitas pengelasan pada tabung rudal bawah laut yang diproduksi oleh perusahaan AS BWX Technologies sedang diselidiki, tetapi program Dreadnought kami tetap sesuai jadwal dan sesuai anggaran untuk memberikan kapal pertama di awal 2030-an," kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More