Pantau Flash
Harga Emas Jatuh Dipicu Kuatnya Dolar AS
Menko Kemaritiman dan Investasi Dukung Ekspor Benih Lobster
Marcus/Kevin Perpanjang Rekor Buruk Jumpa Endo/Watanabe
10 Tempat Kerja Terbaik di Singapura, Google Nomor 1
Iwan Bule Sebut Penggawa Timnas U-22 Bisa Bela Tim Senior

Hitungan Pakar: B20 Bisa Hemat Devisa Rp27,5 Triliun

Hitungan Pakar: B20 Bisa Hemat Devisa Rp27,5 Triliun B20 (Foto: Antara)

Pantau.com - Pakar teknik kimia dari IPB Makertihartha menyebutkan melalui mandatori B20 dapat menghemat devisa negara sebesar Rp27,5 triliun.

"Sawit memiliki peran signifikansi yang besar bagi perekonomian Indonesia, salah satunya penghematan devisa," kata Makertihartha di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019) dalam Forum Green Energy.

Makertihartha yang juga sebagai Kaprodi Program Doktor/Magister Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri IPB menjelaskan dari pertanian sawit saja mampu menyerap 5,5 juta tenaga kerja secara langsung dan juga 12 juta tenaga kerja tidak langsung.

Bahkan kontribusi ekspor minyak sawit merupakan yang terbesar bahkan melebihi ekspor migas dengan catatan nilai total mencapai Rp318,78 triliun pada tahun 2017. Selain B20, kata dia,  kini sawit juga memegang peranan penting untuk pengembangan B30.

Baca juga: Diserang Isu Bangkrut di Sosial Media, Bank Mandiri Angkat Bicara

Dalam kesempatan yang lain, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyebutkan tahapan uji coba bahan bakar biodiesel 30 (B30) akan berakhir pada Oktober 2019. 

"B30 masih dalam uji coba nanti berakhir di bulan Oktober," kata Arcandra.

Dia menuturkan saat ini pemerintah masih melakukan sejumlah evaluasi terkait uji coba tersebut. Hasil evaluasi kelak akan menjadi landasan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan terkait penggunaan B30, baik itu untuk kepentingan transportasi, industri, maupun pertambangan.

"Sekarang kami masih evaluasi sambil jalan (uji coba)," ujarnya.

Baca juga: Alasan Keadilan, Uni Eropa Berlakukan Pajak Impor Biodiesel dari Indonesia

Merujuk Peraturan Menteri ESDM tentang kewajiban (mandatori) penggunaan bahan bakar nabati (BNN), penggunaan B30 dijadwalkan pada Januari 2020. Penerapan mandatori itu untuk mengurangi ketergantungan impor dan menghemat devisa, serta menyediakan BBM yang ramah lingkungan.

B30 merupakan bahan bakar yang menggunakan 30 persen minyak sawit dan 70 persen minyak fosil jenis solar. Bahan bakar ini merupakan lanjutan dari implementasi kebijakan B20 yang diklaim berjalan sukses.

Baca juga: Produsen Makanan Ringan Panen Orderan di China

Pada Juni 2019 pemerintah melakukan uji coba jalan tiga unit truk dan delapan kendaraan penumpang diesel dengan jarak tempuh 40.000 dan 50.000 kilometer. Kendaraan itu diuji coba untuk membuktikan penggunaan B30 tidak mempengaruhi kinerja mesin diesel.

Mengutip data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), penyerapan biodiesel sawit selama semester I 2019 mencapai 3,29 juta ton atau naik 114 persen dibandingkan periode tahun lalu yang hanya menyerap 1,35 juta ton.

Penggunaan B30 diklaim mampu menambah konsumsi Crude Palm Oil (CPO) domestik antara 9-10 juta ton dan menghemat impor minyak solar sebesar 55 juta barel per tahun.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: