Pantau Flash
Voli Pantai Indonesia Melaju ke Semifinal Turnamen World Beach Games
KPK OTT Bupati Indramayu
PDIP Pasrahkan Kabinet ke Jokowi
AICHR Desak Diterapkannya Perjanjian ASEAN Soal Kabut Asap Lintas Batas
Tol Langit Diprediksi Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia Timur

Hukum Alam yang Tak Bisa Dilawan Penjual Daging Setelah Idul Adha

Hukum Alam yang Tak Bisa Dilawan Penjual Daging Setelah Idul Adha Ilustrasi daging. (Foto: Pixabay)

Pantau.comPenjualan daging di PD Pasar Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sepi pembeli sehari setelah Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah.

"Masih ada, kemarin ramai. Masih ada yang belanja. Tapi hari ini karena habis Idul Adha, banyak yang dapat daging, jadi sepi," kata Edi Wibowo, salah satu pedagang daging saat ditemui di kiosnya di Pasar Minggu, Senin (12/8/2019).

Baca juga: Infografis Mengenal Bagian Daging Sapi Paling Nikmat untuk Dikonsumsi

Ia mengatakan, selain banyak orang yang mendapat daging kurban di Hari Raya Idul Adha sehari sebelumnya, harga daging yang mahal juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penjualan daging menjadi sepi.

Saat ini dia menjual daging dengan harga Rp92.500 per kilogram.

Angka itu lebih mahal dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, saat dia bisa menjual daging dengan harga Rp80.000 per kilogram.

 Dia berharap harga daging kembali stabil sehingga pembeli bisa mendapatkan daging dengan harga yang terjangkau dan pada akhirnya meningkatkan penjualan.

Sementara itu, Siti, warga yang tengah membeli di kios milik Edi, juga menyampaikan harapannya agar pemerintah bisa menstabilkan harga daging sehingga ia bisa lebih sering membeli dengan harga yang lebih terjangkau.

"Ya semoga harganya bisa lebih murah, jadi bisa beli lebih banyak," katanya.

Baca juga: 5 Keistimewaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah tahun ini berlangsung pada 11 Agustus 2019.

Hari Raya Idul Adha yang juga dikenal dengan Lebaran Haji atau Lebaran Kurban ini dirayakan oleh umat Islam dengan penyembelihan dan pembagian hewan kurban bagi masyarakat yang kurang mampu.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: