Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

5 Keistimewaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha

5 Keistimewaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha Ilustrasi berkurban. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Hari raya Idul Adha memiliki sejarah penting bagi umat Islam dalam kisah Nabi Ibrahim yang harus mengorbankan anaknya Ismail, yang memiliki makna mengenai keimanan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Ini 5 Tips Cara Memilih Hewan Kurban yang Baik

Momen tersebut membawa umat muslim setelahnya menjalankan ibadah kurban dengan menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi, kerbau atau unta bagi yang mampu. Tapi yang tak kalah penting, ada keistimewaan yang terkandung dalam makna berkurban di hari raya Idul Adha, seperti berikut ini:

1. Mensyukuri nikmat hidup dari Allah SWT

Hidup dengan diberikan kesehatan jasmani dan rohani, serta diberi rezeki yang mencukup adalah nikmat yang begitu besar diberikan oleh Allah. Berkurban merupakan wujud rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada setiap manusia.

2. Berkurban sebagai bentuk ketakwaan 

Salah satu penilaian ketakwaan seorang hamba kepada Allah adalah berkurban. Allah dalam Alquran telah memerintahkan kepada umat Muhammad agar berkurban bagi yang mampu.

Dalam hadis yang diriwyatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah pun menjelaskan hal tersebut, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat salat kami," (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

3. Berkurban lebih baik daripada sedekah senilai hewan kurban

Ibnu Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamuttu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai lipat ganda, tentu tidak bisa menyamai udhiyah. (Shahih Fiqh Sunnah 2 : 379).

4. Mensucikan rezeki

Rezeki yang telah kita peroleh tidaklah mutlak untuk diri kita sendiri, di sebagian harta kita, ada hak orang lain yang membutuhkan. Allah menganjurkan kita untuk bersedekah dan mengingat sesama. kurban juga merupakan bentuk sedekah dalam arti yang lebih luas, karena dengan berkuban, orang lain pun dapat merasakan kebahagiaan atas apa yang telah kita dermakan.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Sapi di DIY Naik Tapi Minat Pembeli Turun

5. Memperkuat solidaritas

Berkurban dilakukan oleh orang yang mampu dan akan dinikmati oleh orang yang kurang mampu. Dengan berkurban, seseorang dapat memupuk rasa kepedulian terhadap sesama, dan akan terjalin pula sikap solidaritas yang kuat di antara pemberi dan penerima kurban.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: