Forgot Password Register

Ibu Korban Tewas Sembako Maut Laporkan Ketua Panitia ke Bareskrim

Ibu Korban Tewas Sembako Maut Laporkan Ketua Panitia ke Bareskrim Muhammad Fayad (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Komariyah, ibu Muhammad Rizki Syahputra, korban tewas dalam acara pembagian sembako di Monas, pada Sabtu, 28 April 2018, mendatangi Bareskrim Polri. Kedatangan Komariyah bersama kuasa hukumnya Muhammad Fayad, untuk melaporkan Ketua Panitia Penyelenggara acara Forum Untukmu Indonesia (FUI), Dave Revano Santosa.

"Kita laporkan penyalahgunaan logo DKI itu yang tanpa izin. Terus juga terkait penyalahgunaan izin, dimana izin yang diberikan Kepala Dinas, Kepala Kepala Unit Pengelolaan Teknis (UPT) Monas itu kebudayaan ternyata dipakai untuk acara bagi-bagi sembako," kata Fayad di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018). 

Fayad menuturkan, panitia acara tersebut tidak melaksanakan kegiatan sebagaimana yang telah disepakati pada izin acara yang sebelumnya sudah dikeluarkan oleh pihak Pemprov DKI. 

"Makanya sejak awal panitia sedang melakukan konfirmasi langsung dengan kepala dinasnya, tidak benar bahwa ada cara itu. Dalam artian untuk sembakonya. Dari awal sembakonya sudah tidak disetujui," katanya. 

"Kalau mau acara pembagian sembako, kita tidak kasih izin. Tapi kalau untuk acara budayanya kita kasih izin. Ini kan prakteknya ternyata bagi-bagi sembako," ujarnya. 

Fayad menambahkan, usai kejadian nahas tersebut sama sekali tidak ada itikad baik dari panitia acara kepada keluarga korban. 

"Tidak ada, sampai detik ini pihak penyelenggara tidak ada yang datang ke rumah korban maupun konfirmasi ke saya selaku kuasa hukum," ujarnya.

Ketua panitia Dave Revano Santosa diduga melanggar pasal 359 KUHP dengan tindak kelalaian yang menyebabkan meninggalnya orang dengan ancaman lima tahun penjara.

Sebelumnya, dua bocah MJ (12) dan AR (10) tewas diduga karena terhimpit dan terinjak saat pembagian sembako di Monas, Sabtu, 28 April 2018. Acara itu diadakan Forum Untukmu Indonesia. Awalnya berdasarkan izin yang diajukan ke Disparbud DKI Jakarta, acara ini merupakan gelaran seni budaya dalam menyambut hari tari internasional.

Namun belakangan, pihak panitia malah mengadakan pembagian sembako gratis. Sontak masyarakat langsung menyerbu tempat tersebut dan saling berdesakan. Kericuhan pun tak dapat dihindarkan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More