Forgot Password Register

Ini Alasan Kementerian BUMN Copot Dirut Pertamina Elia Massa Malik

Mantan Dirut Pertamina Elia Massa Manik (tengah). (Foto: Facebook/PT Pertamina) Mantan Dirut Pertamina Elia Massa Manik (tengah). (Foto: Facebook/PT Pertamina)

Pantau.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno memberhentikan Direktur Utama PT. Pertamina, Elia Massa Manik. Pemberhentian dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Pertamina (Persero) pada hari ini. 

"Bahwa telah dilakukan RUPS untuk Pertamina. Ibu menteri selaku RUPS telah buat keputusan pemberhentian dengan hormat," ujar Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Baca juga: Ini Susunan Direksi Pertamina yang Baru Usai Dirombak Kementerian BUMN

Fajar mengatakan, proses tersebut dilakukan berdasarkan masukan-masukan dari dewan komisaris. Salah satunya karena dalam tahapan memperkuat dan  mempercepat implementasi holding Pertamina.

"Kedua, sejalan perkembangan kondisi yang terakhir, baik itu kejadian pipa Balikpapan, kemudian kelangkaan BBM, nah komisaris sudah melakukan kajian implementasi yang sangat komprehensif selama satu bulan penuh bersama direksi dan sudah dilaporkan pada kementerian," paparnya.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng menambahkan, penggantian direksi ini merupakan implementasi dari SK-39/MBU/02/2018, tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, dan Pengalihan Tugas Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina

Baca juga: Menteri BUMN Copot Dirut Pertamina Elia Massa Manik

"SK-39/MBU/02/2018 ini rangkaian dari perisapan holding migas. Kajian komprehensif untuk SK-39 implementasi seperti apa. Tapi yang paling penting meningkatkan pelayanan masyarakat itu yg sangat menjadi prioritas. Meningkatkan mengefisienkan pelayanan pada masyarakat," paparnya.

"Kajian ini kemudian dilaporkan pada menteri, tapi selain itu dewan komisioner juga melaporkan kondisi terkini dari keseluruhan, lalu setelah itu kan ada kejadian-kejadian di Balikpapan itu, jadi kebetulan saja ada kejadian di Balikpapan Premium, Pertalite, kilang TPPI yang masih belum selesai, kilang RDMP yang diharapkan lebih cepat," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More