Forgot Password Register

Ini Penjelasan KPK Terkait Sulitnya Usut Kasus Century

Ini Penjelasan KPK Terkait Sulitnya Usut Kasus Century Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami kendala dalam proses penyelidikan kasus korupsi Bank Century. Wakil Ketua KPK Laode M Syarief menyebutkan, kendala didapat lantaran salah satu saksi yang akan dimintai keterangan berada di luar negeri.

"Salah satu kendalanya karena yang ingin diminta keterangan tidak sedang berada di Indonesia," kata Laode ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

Baca juga: KPK Sebut Kasus Bank Century Alami Kemajuan

Namun Laode enggan menjelaskan lebih lanjut terkait saksi yang dimaksud.

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut penyelidik sudah meminta keterangan kepada 23 orang dalam kasus tersebut. Di antara yang diperiksa yakni, mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan mantan Deputi Gubernur BI Miranda Goeltom.

Febri mengatakan, dalam prosesnya penyelidik harus berhati-hati untuk menentukan tersangka baru pada perkara korupsi Century.

"KPK tetap harus berhati-hati untuk melakukan proses itu. Sekarang masih di tahap penyelidikan dan materi penyelidikannya belum bisa kami sampaikan," ucapnya.

Pada kasus Century ini, KPK baru menetapkan satu orang sebagai tersangka yakni Budi Mulya, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia senior. Budi telah menerima vonis penjara selama 15 tahun oleh Mahkamah Agung pada April 2015.

Kemudian Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar KPK melanjutkan penyelidikan kasus Century. Karena diduga masih ada keterlibatan pihak lain.

Baca juga: Kasus Century: Keluarga Budi Mulya Serahkan Surat Permohonan JC ke KPK

Dalam amar putusan praperadilan, hakim PN Jaksel memerintahkan KPK selaku termohon menetapkan nama-nama yang pernah disebut dalam dakwaan Budi Mulya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More