Pantau Flash
ESDM: Kontrak Blok Corridor Diteken Gunakan Skema Gross Split
Seorang Ekstremis Selandia Baru Rencanakan Pembunuhan PM Jacinda Ardern
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diprediksi 5,5 Juta
PBSI Targetkan Juara Umum SEA Games 2019
Imbauan MUI Jatim ke Pejabat Muslim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama Disorot

Iran Vonis Mati Mata-mata CIA

Iran Vonis Mati Mata-mata CIA Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pengadilan Iran memvonis mati seorang mata-mata CIA serta menghukum 10 tahun penjara dua orang lainnya atas tuduhan yang sama. Sedangkan orang lagi dikenakan tuduhan serupa, karena menjadi mata-mata untuk Inggris.

Putusan hakim itu muncul di tengah memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat sejak Presiden Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran tahun lalu. Tidak hanya itu, Trump juga memberlakukan kembali sanksi yang mencekik ekonomi Iran agar Teheran merundingkan kembali pakta tersebut.

Baca juga: Terkuak! Arab Saudi Titipkan Pesan untuk Presiden Iran Hassan Rouhani

Belum diketahui pasti apakah kasus tersebut terkait dengan pengumuman Iran pada 17 Juli lalu yang menyebut pihaknya menangkap 17 mata-mata yang bekerja untuk CIA.

"Satu orang divonis mati lantaran menjadi mata-mata untuk badan intelijen Amerika. Namun putusan tersebut telah diajukan banding," kata juru bicara pengadilan, Gholamhossein Esmaili, yang dikutip situs berita pengadilan, Mizan, Selasa (1/10/2019).

Baca juga: Cerita Pidato Pelosi Tentang Pemakzulan Donald Trump Tertinggal di Pesawat

Dua pria lainnya, yang bernama Ali Nefriyeh dan Mohammad Ali Babapour, diganjar vonis 10 tahun penjara karena menjadi mata-mata untuk CIA dan diperintahkan mengganti 55.000 dolar AS yang telah mereka terima, katanya.

"Sementara itu, seorang lagi Mohammad Amin-Nasab, juga bakal mendekam di penjara selama 10 tahun karena menjadi mata-mata intelijen Inggris," kata Esmaili.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Internasional

Berita Terkait: