Pantau Flash
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor
13 Aliran Kepercayaan Sesat Tumbuh di Bekasi
PSSI Tak Tahu Keberadaan Simon McMenemy saat Ini
DPR RI pada BI: Jangan Sampai Penggunaan Uang Digital Jadi Money Creation

Jaringan Narkoba Asal Malaysia Diungkap, Sepatu Jadi Modus Penyelundupan

Headline
Jaringan Narkoba Asal Malaysia Diungkap, Sepatu Jadi Modus Penyelundupan Press Rilis Pengungkapan Kasus Narkoba (Foto: istimewa)

Pantau.com - Polisi membongkar sindikat penyelundupan narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam upaya penyelundupan, jaringan itu menggunakan modus menyembunyikan narkotika di dalam sepatu.

Pengungkapan jaringan narkoba itu berhasil membekuk delapan orang tersangka, yakni, RUD, ZUL, WAN, LIS, TK, MIN, BUS dan JOEL dibekuk di beberapa lokasi berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan dalam pengungkapan itu berawal dari informasi adanya peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Bermodal informasi itu, polisi langsung bergerak dan meringkus dua orang tersangka, pada Jumat, 9 Agustus 2019.

"Dua orang tersangka yang diamankan ialah RUD dan ZUL. Mereka ditangkap di salah satu kamar hotel di daerah Kebon Bawang," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Mahasiswa Ini Pernah 4 Kali Loloskan Puluhan Kilogram Sabu dari Malaysia

Dari penangkapan itu, sedikitnya 500 gram sabu disita dan dua pasang sepatu yang disebut digunakan untuk menyelundupkan narkotika dari Batam. Dari pemeriksaan, keduanya menyebut membawa 1,5 kilogram sabu.

"Tersangka dari Batam ke Jakarta membawa ini (sabu) disimpan di sepatu diinjak, jadi narkotika posisi diinjak di dalam sepatu," kata Argo.

Selain itu, dari pemeriksaan keduanya juga diketahui sabu seberat 1 kilogram itu telah diserahkan kepada tersangka LIS. Sehingga, petugas pun mengembangkan keterangan kedua tersangka itu.

Dari pengembangan itu, satu tersangka berinisial WAN akhinya dibekuk di wilayah Batam. Tersangka itu berperan sebagai pemberi sabu kepada RUD dan Zul.

"Ternyata ketiga tersangka (RUD, ZUL dan WAN) sudah melakukan pertemuan di Batam dan sudah merencanakan kirim barang (sabu) ke Jakarta," kata Argo.

Baca juga: Terlalu! Tiga Remaja Ini Nekat Pesta Sabu di Masjid

Kemudian, dari penangkapan itu dilakukan kembali pengembangan dan menangkap tersangka LIS di daerah Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (8/9/2019). Dari penangkapan itu sebanyak 14 klip dengan berat 1 kilogram berhasil diamankan berikut dengan, timbangan dan handphone.

Di hari yang sama, petugas juga menangkap tersangka TK yang berperan sebagai orang pemberi perintah kepada LIS. Sehingga, usai ditangkap dan diperiksa petugas mendapat identitas tersangka lainnya yakni, MIN yang kemudian ditangkap di daerah Tangerang, Banten pada Sabtu malam (10/8/2019).

"Tersangka MIN memerintah tersangka TK untuk ambil 1 kilogram sabu dengan upah pengambilan Rp15 juta dan memerintahkan mendistribusikan kepada pembelinya," papar Argo.

Namun, MIN disebut mendapat sabu itu dari tersangka Bule yang berada di Malaysia seharga Rp500 juta. Hanya saja, tersangka MIN baru menyetorkan uang sebesar Rp35 juta ke rekening milik tersangka BUS.

Selanjutnya, petugas kembali menangkap dua tersangka lainnya yakni, BUS dan JOEL pada Senin (12/8/2019) dan Rabu (14/9/2019). Dari penangkapan itu, petugas mengamankan sabu seberat 8 kilogram dan buku tabungan hasil penjualan sabu.

Sehingga, dari penangkapan jaringan peredaran narkotika jenis sabu asal Malaysia tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa 10 kilogram sabu, handphone, dan buku rekening bank

Hingga kini, polisi masih memburu 4 tersangka lainnya yakni Bule, YAN, UR dan HIM yang merupakan bandar besar jaringan Malaysia.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 Ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional