Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Jelang Kejuaraan Dunia, Diananda Perbaiki Mental Tanding

Jelang Kejuaraan Dunia, Diananda Perbaiki Mental Tanding Pemanah Indonesia Diananda Choirunnisa (Foto: INASGOC/ Mudak Yasin)

Pantau.com - Atlet panahan, Diananda Choirunisa, menggenjot simulasi pertandingan dalam sesi latihan rutin yang dijalani sebelum mengikuti kejuaraan dunia di Belanda, 10-16 Juni yang juga ajang kualifikasi Olimpiade 2020.

"Ini sekaligus untuk memperbaiki mental saya karena waktu Asian Games 2018 masih deg-degan yang kurang bisa dikontrol," kata Diananda.

Peraih medali perak pada nomor recurve perorangan putri Asian Games 2018 itu, mengakui jam terbang untuk berpartisipasi dalam kompetisi dunia masih kurang yakni tiga hingga empat kali try out dalam satu tahun.

Baca juga: Perpani Gagal Gunakan Venue GBK untuk Pelatnas karena Tak Direspon

Kondisi itu, turut mempengaruhi mentalitas atlet berlaga dalam kompetisi level internasional. Selain penguatan mental, latihan juga dilakukan lebih intensif yang dipusatkan di Markas Batalyon Kavaleri VII di Cijantung, Jakarta Timur.

"Walau puasa tapi porsi latihan tetap sama," kata peraih medali emas SEA Games 2013 Myanmar dan medali perak SEA Games 2015 Singapura untuk kelas beregu putri itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) Tofan Tri Anggoro menambahkan sebanyak 16 atlet panahan dikirim ke kejuaraan dunia di Belanda, termasuk Diananda dan Riau Ega Agatha.

Para atlet tersebut akan bertanding baik untuk nomor perorangan, beregu dan campuran yang sekaligus untuk persiapan menjelang SEA Games 2019 di Manila, Filipina, akhir tahun ini.

Baca Juga: Perpani Seleksi 40 Pemanah Terbaik untuk Ikuti SEA Games 2019

Anggoro menambahkan menjelang kejuaraan dunia, SEA Games dan Olimpiade, PP Perpani meningkatkan intensitas latihan memanah bahkan hingga menggunakan 500-700 anak panah per hari. Tujuannya, untuk melatih daya tahan saat menghadapi pertandingan sesungguhnya yang menggunakan 72 dan 75 anak panah.

Dalam kejuaraan dunia di Belanda, jika tim beregu berhasil masuk delapan besar dan tim perorangan masuk empat besar, maka mereka otomatis meraih tiket ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Namun jika gagal, manajer panahan Pelatnas SEA Games 2019 itu menambahkan para atlet harus berjuang mengikut kejuaraan dunia lain agar bisa mengantongi tiket Olimpiade. Kejuaraan dunia panahan lain untuk level Asia dijadwalkan akan dilaksanakan di Bangkok, Thailand, November nanti.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait: