Forgot Password Register

Kadernya Geruduk Radar Bogor, PDIP: Kalau di Jateng Sudah Rata Itu Kantor!

Politisi PDIP Bambang Wuriyanto (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi) Politisi PDIP Bambang Wuriyanto (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Politisi PDIP Bambang Wuriyanto ikut merasa kesal lantaran Ketua Umum Partainya Megawati Soekarnoputri dinilainya telah dihina oleh salah satu media cetak di Bogor, Jawa Barat.

Pasalnya bagi Bambang dan beberapa kader PDIP lainnya, Megawati bukanlah sekedar seorang Ketua Umum partai, namun lebih sebagai seorang ibu.

"Karena Megawati Soekarnoputri bagi PDIP bukan sekadar Ketum. Kami ada ikatan emosional dengan Ibu Ketum. Itu sudah kayak Ibu kita. Itu sudah kayak Ibu kami," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018).

Sehingga, kata Bambang tidak mengherankan apabila DPD bereaksi atas koran Radar Bogor edisi Rabu, 30 Mei 2018, yang mengambil headline 'Ongkang-ongkang Kaki dapat Rp112 Juta' dengan tertera gambar Megawati yang disandingkan uang.

"Kalau Ibu kami dihina, dilecehkan, kira-kira apa yang terjadi pada kau? Hanya ada dua, kalo Ibu kau dilecehkan kamu masih berpikir hukum, itu hanya dua sebabnya," tutur Bambang.

Baca juga: Ini Kata Jokowi Soal Gaji fantastis Megawati Senilai Rp112 Juta

Ketua DPD Jateng itu menilai pemberitaan Radar Bogor sangat menghina Megawati soal gajinya sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi dan Pancasila (BPIP) yang sampai saat ini belum diterima.

"Sangat parah. Ongkang-ongkang kaki dapat Rp112 juta, memangnya Megawati terima duit? tanya dulu dong, sampai hari ini sepeser pun enggak terima," imbuhnya.

Bambang juga berdalih bahwa dari Presiden Jokowi hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memberikan penjelasannya, tentang terbitnya Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2018 telah melalui sejumlah pembicaraan matang.

Bahkan Bambang mengancam apabila media tersebut diterbitkan di area Jawa Tengah maka kantor Radar Bogor akan rata dengan tanah.

"Megawati Soekarnoputri, bukan hanya ketum bagi kami, dia adalah Ibu kami. Jangan sampai terjadi di Jateng. Rata itu nanti kantornya sama tanah," tutup Bambang.

Seperti diketahui, Radar Bogor memuat pemberitaan tentang Megawati dengan judul 'Ongkang-ongkang Kaki dapat Rp112 Juta'. Headline tersebut ternyata membuat kader PDIP naik pitam dan menggruduk kantor Radar pada Rabu, 30 Mei 2018, yang mengakibatkan sejumlah barang rusak dan beberapa pegawai redaksi terlibat bentrokan fisik.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More