Forgot Password Register

Kebijakan DP 0 Rupiah Diproyeksi Sumbang 0,04 Persen ke PDB

Filianingsih Hendarta, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI (Kanan) (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika) Filianingsih Hendarta, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI (Kanan) (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Bank Indonesia melonggarkan syarat uang muka atau DP untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Dengan demikian, perbankan bisa memberikan syarat uang muka menurut perhitungannya, bahkan kemungkinan uang muka 0 persen.

Dampak dari kebijakan tersebut, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hanya 13,46 hingga 14 persen. Ia menilai, hal tersebut lantaran adanya penyesuaian dari kebijakan pelonggaran Loan To Value (LTV).

"Jadi untuk KPR kita lihat akan meningkat sebesar itu. Sekarang posisi di Mei 12,75 persen, nah inikan ada (dengan) tidak serta merta artinya bank harus siapkan diri," ujar Filianingsih Hendarta, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI,  saat diskusi bersama media di Gedung BI Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).

Baca juga: Ada Kebijakan Baru, Ini Untung Ruginya Beli Rumah Tanpa DP

Ia memprediksikan, pertumbuhan kredit KPR baru akan terasa pada 9 bulan mendatang atau 3 triwulan berikutnya.

"Jadi kita lihat ini akan butuh waktu, jadi menurut elastisitas pertumbhan kredit itu baru terlihat terasa di 3 triwulan berikutnya," ungkapnya.

Ia menargetkan pertumbuhan tersebut dapat berkontribusi 0,04 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hak tersebut menurutnya dapat dicapai dengan tata kelola yang terukur.

"Saya yakin ini akan pruden, yang diperbolehkan (adalah) bank yang termanage dengan baik. Bank juga setelah konsolidasi tentunya perbankan akan berhati-hati dalam kelola ini kemungkinan NPL terkendali," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More