Forgot Password Register

Kenapa Makanan Manis Mudah Merusak Gigi?

Kenapa Makanan Manis Mudah Merusak Gigi? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Mungkin kamu termasuk orang yang bosan dengan pelarangan makanan manis demi kesehatan gigimu. Tentu saja ini sangat berat bagi pecinta makanan manis, tanpa tahu penjelasan medis sebenarnya 'mengapa makanan manis bisa merusak gigi?

Baca juga: Gigi Kuning Ternyata Jauh Lebih Sehat Daripada Gigi Putih Cemerlang

Ketua Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Hananto Seno membenarkan makanan manis akan selalu jadi 'musuh' gigi karena sifatnya yang cepat ter-fermentasi atau berubah menjadi asam saat dibiarkan menempel gigi.

"Itu paling mudah sekali tumbuhnya kuman-kuman. Kuman-kuman itu seneng pada yang asam-asam, yang lembab dan asam," ujar Hananto di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).

Sifat lembab tentu saja ada pada mulut, karena pada mulut air liur akan selalu terproduksi meskipun badanku dalam keadaan haus dan kekeringan sekalipun. 

Jadilah penggabungan lembab pada mulut dan asam hasil fermentasi makanan manis jadi surga para kuman untuk berkembang biar didalam mulut. Maka jangan heran orang yang jarang kumur-kumur atau sikat gigi dia memiliki masalah bau mulut yang parah.

"Gula itu bukan hanya gula sebenarnya, tapi semua makanan yang mengandung gula, nah itu musti dikurangi, atau setelah makan itu harus disikat kumur-kumur yang lama, jangan nempel di gigi," paparnya 

Sayangnya masyakarat Indonesia belum paham akan hal ini, karena tidak menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari. 

Padahal, setiap makanan yang dikunyah melalui mulut, sedangkan mulutnya bermasalah dipastikan masuk kedalam tubuh pun akan bermasalah, atau kita sering dikenal dengan istilah 'rantai setan'.

Baca juga: Simak Cara Ngerawat Gigi yang Telah Di-veneer Agar Terhindar dari Dampak Buruknya

"Saya punya pengurus (PDGI) ada 270 cabang se-Indonesia , banyak itu saya minta bakti sosial mengedukasi masyakarat se-Indonesia, tapi tetap juga sudah edukasi, masyakarat belum care terhadap itu, karena belum prioritas," tutupnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More