Forgot Password Register

KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan 3 Tersangka Kasus Suap DPRD Sumut

Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014, Helmiati (Foto: Antara/Reno Esnir) Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014, Helmiati (Foto: Antara/Reno Esnir)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil tiga tersangka tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Adapun tiga tersangka merupakan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019, masing-masing adalah Arifin Nainggolan (ANN), Mustofawiyah (MSF), dan Tiaisah Ritonga (TIR).

"Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap tiga tersangka suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Buronan Korupsi Tol JORR Rp1,05 Triliun Ditangkap Jaksa


Tiga orang ini termasuk bagian dari 38 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap DPRD Sumut tersebut.

Selain agenda pemeriksaan tersangka, KPK juga memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus tersebut dengan tersangka Sonny Firdaus yang telah ditahan KPK.

Dua saksi itu masing-masing Bendahara Sekretariat DPRD Provinsi Sumut Muhammad Alinafiah dan Fahrizal Dalimunte yang merupakan staf anggota DPRD Sumut Indra Alamsyah.

Sebelumnya, KPK pada 3 April 2018 telah mengumumkan 38 anggota DPRD Provinsi Sumut sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi memberi atau menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Mereka diduga menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Puji Nugroho terkait beberapa kasus penanganan keuangan daerah SUmut. kasus pertama terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD Provinsi Sumut.

Kedua adalah persetujuan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2013 dan 2014 oleh DPRD Provinsi Sumut. Ketiga terkait pengesahan APBD Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2014 dan 2015 oleh DPRD Provinsi Sumut, dan yang terakhir terkait penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumut pada 2015.

KPK mendapatkan fakta-fakta yang didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang elektronik yang menegaskan bahwa 38 tersangka  diduga kuat menerima "fee" masing-masing antara Rp 300 juta hingga Rp 350 juta dari Gatot Pujo Nugroho.

Baca juga: Tegas! Jokowi Minta Polisi Buang Budaya Korupsi


Atas perbuatannya, 38 tersangka tersebut disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Saat ini KPK total telah menahan tujuh tersangka dalam kasus tersebut, antara lain tiga mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 masing-masing Fadly Nurzal, Rijal Sirait, Rooslynda Marpaung, Helmiati, dan Muslim Simbolon serta anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 Rinawati Sianturi dan Sonny Firdaus.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More