Forgot Password Register

Mantan Napiter: Saya Khawatir Jika Aman Abdurrahman Dihukum Mati

Aman Abdurrahman (Foto: Antara/Galih Pradipta) Aman Abdurrahman (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Pantau.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman mati terhadap terdakwa dugaan aktor bom Thamrin, Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, pada Jumat, 18 Mei 2018. Menanggapi hal tersebut Mantan terpidana teroris, Yudi Zulfachri mengatakan khawatir jika Aman dihukum mati, ideologinya akan tetap hidup.

"Kalau orangnya dihukum mati khawatir orangnya dihukum mati, ideologinya akan tetap hidup, kalau dia bisa dibiarkan menjalani hari-hari dengan pendekatan dia bisa berubah, dia juga bisa mengubah pengikutnya," ujarnya saat ditemui usai diskusi terorisme di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

Baca juga: Mantan NII: Jika Aman Abdurrahman Divonis Mati, Teror di Indonesia Tetap Ada

Menurutnya, keputusan tersebut cukup dilematis karena Aman Abdurrahman sudah sejak 2003 mengembangkan ideologinya, bahkan jauh sebelum ISIS lahir pada tahun 2013-- dan berkolaborasi dengan pahamnya. Ia menilai pasti ada plus minus maka harus dipikirkan dengan baik.

"Saya agak sedikit dilema, pertama begini kalau kita lihat Ustaz Aman ini ideologo utama, 2013 ISIS baru muncul tapi paham yang dikembangkan Aman sejak 2003. Plus minus harus dipikirkan baik-baik, kuncinya ada di Pemerintah," katanya. 

Baca juga: Jaksa Agung Sebut Peran Berbahaya Aman Abdurrahman

Di sisi lain menurutnya, Hakim tidak boleh terbawa suasana karena situasi sedang memanas kemudian memberikan vonis tinggi. Ia juga menilai vonis hukuman mati dinilai terlalu tinggi karena masih banyak yang kesalahannya lebih tinggi namun tidak didakwa hukuman mati. 

"Hakim jangan terbawa karena ada kejadian, suasana kondisi sementara, kita pernah alami itu satu peran sama bisa vonis beda-beda, saat situasi memanas vonis tinggi ketiga kondisi turun vonis turun. Ini yang saya khawatirkan vonis dipengaruhi kondisi," paparnya.

"Pengadilan harus adil dia dihukum sesuai tingkatan perbuatan, kalau vonis mati saya khawatir efeknya besar karena dari tingkat kesalahannya saya kira belum cukup," imbuhnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More