Pantau Flash
Saddil Ramdani Pamit dari Pahang FA
Chandra Hamzah Akan Pimpin BUMN Sektor Perbankan
Defisit APBN Melebar Mencapai 1,80 Persen di Oktober 2019
Bamsoet: Ada Tiga Partai Belum Setuju Amandemen UUD Hanya untuk GBHN
Mentan SYL Bakal Isolasi Daerah yang Terjangkit Virus Hog Cholera

Mayoritas Warga Filipina Puas Kerja Duterte dalam Perangi Narkoba

Mayoritas Warga Filipina Puas Kerja Duterte dalam Perangi Narkoba Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Sebagian besar warga Filipina mengaku puas dengan upaya Presiden Rodrigo Duterte dalam memberantas sindikat narkoba. Survei dilakukan oleh Social Weather Stations terhadap 1.200 warga Filipina terkait tiga tahun masa kepresidenan Duterte. 

Hasilnya, 82 persen menyatakan puas dengan kerja Presiden Duterte dalam menangani penyalahgunaan narkoba dan kejahatan di Filipina yang menjadi lebih kecil.

Sementara 12 persen lainnya menyatakan tidak puas karena mereka percaya perdagangan narkoba masih berkembang dan masih banyak pembunuhan juga penyalahgunaan oleh polisi. Sedangkan 6 persen lainnya bimbang.

Baca juga: Duterte Sebut Kapal-kapal Militer China Akan Terima Tindakan Tak Bersahabat

Hasil jajak pendapat itu dirilis dua hari setelah kebocoran memo presiden yang memerintahkan departemen dan perusahaan yang dikelola negara untuk menolak pinjaman atau bantuan dari 18 negara anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) - di antaranya Spanyol, Inggris dan Australia - yang mendukung resolusi untuk menyelidiki tindakan keras Duterte.

Polisi mengatakan mereka telah membunuh lebih dari 6.700 tersangka pengedar narkoba yang semuanya menentang penangkapan dan menyangkal keterlibatan dalam pembunuhan misterius ribuan pengguna narkoba.

Polisi menolak tuduhan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia bahwa mereka telah mengeksekusi sasaran, memalsukan laporan dan merusak bukti serta tempat kejadian kejahatan.

Juru bicara kepresidenan, Salvador Panelo, mengatakan jajak pendapat menunjukkan bahwa masyarakat internasional memiliki pemahaman yang keliru tentang apa yang terjadi.

"Jika benar bahwa ada pelanggaran HAM maka rakyat negara ini akan bangkit melawan pemerintahan ini," kata Panelo seperti diberitakan Reuters, Senin (23/9/3019).

"Tidak benar bahwa polisi hanya membunuh sesuka hati, mereka tidak bisa melakukan itu," tambahnya.

Baca juga: 5 Negara Ini Punya Hukum Paling Absurd di Dunia, Asli Melawan Matahari

Dewan beranggotakan 47 negara menyetujui resolusi pada bulan Juli untuk menyusun laporan komprehensif tentang pembunuhan, yang kata menteri luar negeri Manila tidak akan diizinkan di Filipina.

Panelo mengatakan penyelidikan dalam negeri telah dilakukan, dan resolusi PBB, tidak hanya tidak adil, itu juga penghinaan.

Pengadilan Kriminal Internasional sejak tahun lalu telah melakukan pemeriksaan pendahuluan untuk menentukan apakah ada alasan untuk menyelidiki Duterte. Presiden Filipina itu telah menanggapi dengan membatalkan keanggotaan pengadilan Filipina.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Internasional

Berita Terkait: