Pantau Flash
Mabes TNI Bentuk Tim Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen
Dua Tahun Korupsi, Pjs Dirut PD Pasar Bermartabat Bandung Jadi Tersangka
Pengungsi Masih Kekurangan Tenda Pasca Sepekan Gempa Halmahera Selatan
Plt Ketum PPP Temui Surya Paloh Bahas Kursi Ketua MPR
Ungkit Kemesraan dengan PDIP di Era SBY, Demokrat Inginkan Kursi Ketua MPR

Meski Kalah di Final Liga Champions, Liverpool Umumkan Peningkatan Laba hingga 3 Kali Lipat

Meski Kalah di Final Liga Champions, Liverpool Umumkan Peningkatan Laba hingga 3 Kali Lipat Para pemain Liverpool (Foto: Reuters/Phil Noble)

Pantau.com - Kontestan Liga Inggris, Liverpool FC, mencatatkan peningkatan laba tahunan meski belum berhasil memenangi Liga Champions pada musim 2017-2018. Bahkan pendapatan sendiri diluar ekspektasi karena bisa naik tiga kali lipat pada musim 2016-2017.

Seperti dikutip dari laman resmi klub, Liverpool mengumumkan telah meraih rekor laba sebesar 125 juta poundsterling atau sekitar 2,26 triliun rupiah, pada Sabtu, 9 Februari 2019.

Baca juga: Liverpool Menunggu Waktu Disalip City?

Rekor laba yang belum dipotong pajak tersebut dicatat Liverpool mulai awal musim 2017-2018 hingga 31 Mei 2018. Hal ini membuat pendapatan Liverpool naik tiga kali lipat dibandingkan musim 2016-2017 yang hanya mencapai 40 juta poundsterling (sekitar 724,8 miliar rupiah).

COO (Chief Operating Officer) Liverpool, Andy Hughes, menyambut positif raihan signifikan timnya. Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan signifikan ini juga tergantung pada biaya pengeluaran.

"Apa yang sudah kami lihat saat ini adalah peningkatan stabilitas yang berkelanjutan dalam hal keuangan klub selama beberapa tahun terakhir," ujar Hughes, seperti dikutip dari Liverpoolfc, Sabtu, 9 Februari 2019.

"Pertumbuhan dan peningkatan pendapatan ini memungkinkan kami berinvestasi kembali secara signifikan, baik untuk memperbaiki skuat atau pun infrastruktur operasional," sambungnya.

Baca juga: Miliki Catatan Impresif, Liverpool Enggan Terlena

Jika dihitung berdasarkan omset, alias pendapatan yang belum dipotong pajak dan biaya operasional, The Reds meraih 455 juta poundsterling (sekitar Rp8,24 triliun). Nilai tersebut naik lima kali lipat dibanding omset pada musim 2016-2017 yang hanya 90 juta poundsterling (sekitar Rp1,63 triliun).

"Kondisi keuangan memang naik turun bergantung pada biaya yang dikeluarkan dalam bursa transfer dan periode pembayaran pemain," ungkapnya.

"Namun, berdasarkan laporan terbaru, jelas terjadi penguatan keuangan dan laba yang dapat kami investasikan kembali," ujar Hughes.

Peningkatan laba yang diraih Liverpool disumbang oleh empat hal. Pertama adalah penjualan Philippe Coutinho ke FC Barcelona pada bursa transfer Januari 2018 yang nilainya mencapai 142 juta pounds (sekitar Rp2,57 miliar).

Kedua, pendapatan dari media yang meningkat dari 66 juta menjadi 220 juta pounds. Ketiga, sumbangsih dari iklan juga naik drastis dari 17 juta menjadi 154 juta pounds.

Sementara yang keempat atau yang terakhir, pendapatan tiap The Reds bertanding melompat ke angka 81 juta pounds dari yang semula 7 juta.

Baca juga: Berada di Puncak Klasemen Premier League, Liverpool Enggan Jemawa

Keikutsertaan di kompetisi Liga Champions pada musim 2017-2018 ditengarai menjadi faktor utama meningkatnya pendapatan Liverpool.

Mengingat pada musim 2016-2017 mereka tak mengikuti kompetisi Eropa. Di sisi lain, raihan ini menjadi penawar bagi The Reds yang musim lalu gagal menjuarai LIga Champions karena takluk 1-3 dari Real Madrid pada laga final.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Willa Wildayanti
Category
Olahraga

Berita Terkait: