Forgot Password Register

MUI Sayangkan Adanya Masyarakat yang Menolak Imunisasi Vaksin MR

Ma'ruf Amin (Foto: Antara/Hafidz Mubarak) Ma'ruf Amin (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Pantau.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menyayangkan adanya masyarakat yang menolak melakukan imunisasi vaksin measles rubella (MR). Menurut Ma'ruf hal itu terjadi karena masyarakat yang kurang percaya program Kementerian Kesehatan serta tidak banyak mengetahui soal vaksin MR tersebut. 

"Kita sayangkan kalau ada masyarakat tidak percaya pada Kemenkes. Ini harus diyakini, mungkin mereka kurang paham. Kita harus beri pemahaman ini buktinya. Bagi MUI kalau bukti sudah ada, evaluasi cukup data, cukup kalau gitu memang ini (rubella) bahaya, harus dicegah," kata Ma'ruf saat menjadi pembicara pada diskusi di kantor Kemenkominfo, jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018). 

Baca juga: Vaksin MR Haram Jadi Polemik, DPR Akan Panggil Kemenkes

Sebelumnya diberitakan sejumlah sekolah di sejumlah daerah menolak melakukan imunisasi tersebut pasca keluarnya fatwa haram terhadap Vaksin MR oleh MUI. Fatwa itu dikeluarkan karena dalam vaksin MR terdeteksi mengandung bahan babi. 

Namun Ma'ruf menjelaskan bahwa vaksin MR diperbolehkan penggunaannya karena Kementerian Kesehatan telah menyatakan darurat lantaran hingga saat ini belum ditemukan obat untuk penyakit rubella selain vaksin itu. 

Ma'ruf mengaku sebenarnya menyayangkan lambatnya proses yang terjadi pada Kemenkes terkait permintaan fatwa tentang vaksin MR. Sebelumnya MUI telah mengeluarkan fatwa nomor 4 tahun 2016 tentang kewajiban imunisasi untuk penyakit campak dan rubella. 

Namun selama dua tahun, Kemenkes belum meminta fatwa kepada MUI terkait vaksin MR yang digunakan. 

Baca juga: Curiga Vaksin Haram, 12 Desa di Temanggung Tolak Imunisasi

"Jadi dua tahun itu memang tidak ada fatwa yang menyangkut kehalalan sehingga muncul di masyarakat vaksin halal atau tidak. Baru 2018 MUI keluarkan kebolehannya (penggunaan vaksi MR) kalau darurat," ucapnya.

Kementerian Kesehatan melaporkan hingga saat ini imunisasi vaksin MR baru terlaksana 48 persen dari seluruh wilayah Indonesia. Karenanya Ma'ruf menyarankan perlu adanya sosialisasi langsung kepada masyarakat terkait penggunaan vaksin MR tersebut. 

"Mereka ragu terhadap vaksin. Atau belum tersosialisasikan fatwa MUI tentang kebolehan penggunaan vaksin. Ini harus kerja keras agar dipahami masyarakat," pungkas Ma'ruf. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More