Pantau Flash
Hasil Balap F1 GP Singapura: Vettel Juara, Hamilton Tak Dapat Podium
Marc Marquez Juara GP Aragon, Gelar Keenam Semakin Dekat
Kalahkan Hendra/Ahsan, Kevin/Marcus Juara China Open 2019
Kalah dari Momota, Ginting Gagal Pertahankan Gelar China Open
Jepang Sepakat dengan Korea Selatan Soal Arbitrase WTO

Mulai Tahun Ini Jamaah Haji dan Umroh Jabar Berangkat dari Kertajati

Headline
Mulai Tahun Ini Jamaah Haji dan Umroh Jabar Berangkat dari Kertajati Bandara Kertajati. (Foto: Antara/M.Agung Rajasa)

Pantau.com - Mulai tahun 2019, jemaah yang akan menunaikan ibadah haji dan umroh wajib berangkat melalui Bandara Kertajati, Majalengka. Pasalnya, ketentuan ini berlaku untuk jamaah yang berasal dari Jawa Barat Bagian Timur seperti Majalengka, Subang, Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, dan Ciamis.

"Tadi kita membahas haji dan umroh melalui kertajati sudah diputuskan semua haji dan umroh untuk jawa barat bagian timur. Nah diharapkan itu bisa mengurangi kepadatan yang ada di Soekarno-Hatta,"ujar  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai Rakor bersama Kemenko Maritim dan Kementerian Agama, seperti dikutip dari situs Setkab, Minggu (12/5/2019).

Keputusan ini berlaku mulai 2019. Adapun langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan penerbangan dari Bandara Soekarno- Hatta (Soetta).

Baca Juga: Citilink Perdana Layani Pemudik di Bandara Kertajati

Budi pun menyebut, penerbangan umroh dilakukan habis lebaran. Diperkirakan terdapat 4000 jamaah haji dan 500.000 jamaah umroh yang bisa diberangkatkan dari Bandara Kertajati. Alhasil, setidaknya terdapat 20 penerbangan sehingga jumlahnya sekitar 400 flight untuk pulang-pergi di Bandara Kertajati. Perihal tarif Jeddah- Bandara Kertajati ia menjelaskan akan sama dengan tarif Jeddah ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Insya Allah akan sama, jaraknya kan relatif sama," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, mengaku sejumlah langkah tengah dipersiapkan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tersedianya tempat layanan akomodasi yang berfungsi layaknya asrama haji.

Nantinya tempat tersebut juga akan digunakan untuk proses bimbingan manasik haji, pemeriksaan kesehatan, pembagian living-cost, serta pembinaan Kepala Regu (Karu) dan Kepala Rombongan (Karom).

Baca Juga: Menhub Tunggu Keputusan Bandara Kertajati Jadi Embarkasi Haji

"Tempat itu diperlukan karena saat ini belum ada asrama haji di sekitar Bandara Kertajati. Kemenag berharap Provinsi Jawa Barat dapat mampersiapkan tempat yang berfungsi sebagai asrama haji ini dalam waktu secepatnya," kata Lukman.

Untuk persiapan lainnya seperti perubahan rute penerbangan sebagian jemaah haji asal Jawa Barat, Kemenag mendorong Kementerian Perhubungan agar proses perizinan penggunaan Bandara Kertajati bisa diselesaikan.

"Maskapai, baik Garuda maupun Saudia Airline, juga diharapkan bersedia untuk menerbangkan sebagian jemaah Jawa Barat dari Kertajati ke Saudi,"tukasnya.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: