Pantau Flash
Resmi! Jokowi-Ma'ruf Jadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
Marquez Juara GP Jepang, Honda Raih Gelar Konstruktor MotoGP 2019
Presiden Jokowi Janji Umumkan Nama Menteri Kabinetnya Besok
Jelang Pelantikan Presiden, Bus Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute
TNI-Polri Kerahkan Armada Udara Pantau Situasi Pelantikan Presiden

Munas Golkar Dipercepat, Ace Hasan: Terlalu Kentara Syahwat Politiknya!

Munas Golkar Dipercepat, Ace Hasan: Terlalu Kentara Syahwat Politiknya! Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa tidak ada urgensinya penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar dilaksanakan sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

"Jadi, tidak ada presedennya penyelenggaraan Munas itu digelar sebelum pelantikan presiden," kata Ace kepada wartawan, Jumat (23/8/2018).

Baca Juga: Bamsoet Soal Munas Golkar: Idealnya Dilakukan Sebelum Pelantikan Jokowi

Ace menilai jika ada pihak yang selalu mendesak supaya penyelengaraan Munas dimajukan tentu ada maksud terselubung. Menurutnya, sarat kepentingan itu sangat terasa sekarang.

"Yang mendesak-mendesak supaya Munas sebelum pelantikan Presiden tentu ada maksud dan kepentingan politiknya, yaitu ingin ikut menentukan kabinet. Terlalu kentara syahwat politiknya," ungkapnya.

Ace mengatakan soal waktu pelaksanaan Munas Partai Golkar sejak 2004, 2009, dan terakhir 2014 selalu digelar pada bulan Desember. Untuk itu ia menyebut tidak ada sejarahnya Munas dimajukan pelaksanaan.

Sementara menanggapi adanya aksi demontrasi di Kantor DPP partai Golkar untuk mendesak percepatan Munas menurutnya hal tersebut merupakan yang wajar saja. Hanya saja, ia mengingatkan aksi tersebut jangan sampai berujung anarkis dan melanggar hukum.

"Dalam mekanisme rapat internal Partai Golkar itu jelas ada tahapannya. Ada rapat bidang dan rapat kordinasi bidang. Setelah itu baru kita Rapat Pleno Partai Golkar. Jika tahapan dan penetapan Caleg sdh diumumkan sdh selesai, pada saatnya pasti DPP Partai Golkar akan menggelar Rapat Pleno," tandasnya.

Baca Juga: Robi Sebut Upaya Percepatan Munas Bertujuan Merebut Kekuasan Partai Golkar

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPR Bambang Soesatyo yang juga mencalonkan diri sebagai ketua umum Golkar mendorong agar musyawarah nasional (munas) dapat dilakukan sebelum pelantikan presiden terpilih Joko Widodo pada 20 Oktober 2019.

"Idealnya sebelum pelantikan, jadi presiden tidak perlu deal dua kali dan koalisi partai juga tidak deal dua kali untuk menyusun pilkada ke depan, tapi ini bukan keputusan saya ya," kata Bambang Soesatyo (Bamsoet) di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Selasa lalu. 

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: