Pantau Flash
Tundukkan Sesama Wakil Jepang, Yuki/Sayaka Rebut Juara Indonesia Open 2019
Vatikan Bongkar Makam untuk Cari Gadis Hilang 36 Tahun Silam di Roma
Cabor Bulu Tangkis Sukses Kawinkan Emas di Asean School Games 2019
Menteri Susi Ancam "Tenggelamkan" Pembuang Sampah Plastik ke Laut
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019

Pantau Sorot: Mengenal Sejarah Piala Sudirman

Headline
Pantau Sorot: Mengenal Sejarah Piala Sudirman Piala Sudirman. (Foto: Dok. BWF)

Pantau.com - Piala Sudirman 2019 akan berlangsung di Nanning, China, 19-26 Mei mendatang. Tim Indonesia pun bakal mengirimkan sejumlah wakilnya untuk mengikuti kejuaraan beregu campuran tersebut.

Mengingat ada nama Sudirman dalam gelaran ini, banyak orang akan mengingat sebuah tokoh pahlawan Nasional, yakni Jenderal Sudriman. Namun, asal usul nama Piala Sudirman diambil dari tokoh legendaris bulu tangkis Indonesia, Dick Sudirman.

Ini tidak lepas dari prestasi Sudirman di kancah perbulutangkisan Indonesia dan dunia. Sudirman lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 29 April 1922. Ia akrab dikenal dengan sebutan Dirman di Indonesia, tetapi nama Mr Dick untuk orang luar negeri.

Baca Juga: Kenali Dulu, Ini Lawan Indonesia di Sudirman Cup 2019

Sudirman menjadi salah satu founding father Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Ia menjabat sebagai Ketua Umum PBSI selama lima periode, yakni 1952-1963 dan 1968-1981.

Selama menjabat sebagai Ketua PBSI, Sudirman membawa prestasi bulu tangkis Indonesia dengan gemilang. Kala itu, kontingen Merah Putih sukses mendapatkan delapan gelar Piala Thomas (beregu putra) dan satu kali Piala Uber (beregu putri) dan sejumlah gelar prestisius di turnamen All England dan Kejuaraan Dunia.

Sudirman (nomor dua) dari kiri pertama bersama Suharso. (Foto: Dok. Sejarah Bulutangkis Indonesia, PBSI, 2004)

Sudirman sebagai Pemersatu


Tak ayal, Sudirman pun ditunjuk sebagai wakil Presiden IBF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) pada 1975. Ia berjasa untuk menyatukan kembali perpecahan yang terjadi di IBF saat terdapat badan bulu tangkis dunia tandingan bernama World Badminton Federation (WBF) pada 28 Mei 1979.

Sudirman mengajukan proposal untuk menyatukan kembali kedua badan tersebut. Usai diadakan rekonsiliasi, akhirnya IBF kembali menjadi badan tertinggi bulu tangkis dunia pada 1981 yang sekarang bernama BWF.

Pada pertemuan Council Members IBF di Singapura 1988, perwakilan Indonesia mengajukan diri untuk memberikan nama kejuaraan beregu campuran dengan nama Piala Sudirman. Kejuaran itu mempertandingkan lima sektor, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Setahun berselang, Piala Sudirman 1989 pun bergulir untuk pertama kalinya di Jakarta, Indonesia. Saat itu, Indonesia berhasil merengkuh trofi secara dramatis usai mengalahkan Korea Selatan di final dengan skor 3-2.

Tim Indonesia menjadi juara dalam ajang perdana Piala Sudirman 1989. (Foto: Dok .Sejarah Bulutangkis Indonesia, PBSI, 2004)

Gelar Indonesia Kalah dengan China


Meskipun turnamen yang begitu lekat dengan nama tokoh Indonesia ini, kontingen China terbilang sukses. Pasalnya, Negeri Tirai Bambu itu sudah mengoleksi 10 gelar juara (1995, 1997, 1999, 2001, 2005, 2007, 2009, 2011, 2013, 2015).

Diikuti dengan Korea Selatan yang empat kali mendapatkan gelar juara Piala Sudirman yakni pada 1991,1993,2003 dan 2007.

Untuk Indonesia sendiri, dari tujuh final yang dijalani, mereka hanya sekali juara pada 1989 ketika menjadi tuan rumah di Jakarta.


Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait: