Forgot Password Register

Pasar Tsukiji Ditutup, Pemerintah Jepang Siap 'Perang Dunia' Lawan Tikus

Pasar Tsukiji Ditutup, Pemerintah Jepang Siap 'Perang Dunia' Lawan Tikus Ilustrasi tikus. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Satu unit agen Jepang yang sangat terlatih tengah berhadapan dengan segerombolan tikus. Puluhan ribu tikus diperkirakan akan kabur ketika pasar ikan Tsukiji yang terkenal di dunia tutup bulan depan.

Mengutip AFP, Rabu (12/9/2018),  seorang peneliti soal tikus Tatsuo Yabe mengatakan, Pasar 23 hektar (57-acre) di dekat distrik Ginza mewah di Tokyo adalah rumah bagi tikus lantaran tertarik dengan ikan potong dan labirin labirin pasar.

Baca juga: Perhiasan Putri Arab Saudi Senilai Rp13,7 Miliar Digondol Maling

Pasar ikan Tsukiji telah lama menjadi magnet turis untuk lelang tuna menjelang fajar Setelah 83 tahun sejarah, pasar ikan terbesar di dunia yang juga merupakan magnet turis besar untuk lelang tuna akan pindah ke fasilitas baru di Toyosu, sekitar 2,3 kilometer (1,4 mil) jauhnya di tepi laut.

"Mereka kemungkinan akan mulai bergerak secara massal begitu mereka melihat sesuatu yang tidak biasa. Pasar ditutup pada 10 Oktober nanti akan menjadi pertempuran besar," kata seorang pejabat pemerintah Tokyo yang memimpin operasi anti-tikus Tsukiji.

Baca juga: 140 Seniman Dunia Boikot Konser Musik di Israel Bertajuk Eurovison 2018

Untuk mencegah eksodus massal dari Tsukiji, pejabat Tokyo, yang dibantu oleh pembasmi tikus veteran, tengah disibukkan memblokir pipa dan keluar pembuangan limbah.

Sebelum pasar diruntuhkan, mereka akan mendirikan dinding baja setinggi tiga meter (10 kaki). Selain itu, mereka akan memasang 40.000 perangkap tikus untuk menangkap hewan pengerat tersebut. Pekerja pengontrol hama akan menggunakan ratusan kilogram racun sebagai bagian dari rencana pemusnahan wabah tikus.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More