
Pantau - Pemerintah Jepang mengevakuasi sejumlah warga negaranya dari kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Iran setelah serangan militer yang terjadi pada akhir Februari.
Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan sebanyak 13 warga negara Jepang telah dievakuasi dari Teheran, Iran.
Warga tersebut termasuk staf kedutaan Jepang yang bertugas di Iran.
Selain itu satu anggota keluarga asing juga ikut dalam proses evakuasi tersebut.
Mereka dievakuasi menggunakan bus dari Teheran menuju negara tetangga Azerbaijan.
Evakuasi Warga Jepang dari Sejumlah Negara
Selain evakuasi dari Iran, sejumlah warga Jepang lainnya juga dipindahkan dari berbagai wilayah di Timur Tengah.
Sebanyak 60 warga Jepang tiba di Muscat, ibu kota Oman.
Mereka sebelumnya berangkat dari Dubai di Uni Emirat Arab menggunakan bus.
Selain itu 30 warga Jepang lainnya juga tiba di Muscat dari Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.
Pemerintah Jepang juga mengevakuasi warga dari wilayah Kuwait.
Sebanyak 84 warga Jepang tiba di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, melalui jalur darat dari Kuwait.
Ketegangan Timur Tengah Meningkat
Proses evakuasi dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan tersebut meningkat sejak serangan mendadak yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Khamenei dilaporkan meninggal akibat serangan tersebut.
Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran kemudian menanggapi serangan tersebut dengan meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal.
Rudal tersebut diarahkan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
- Penulis :
- Gerry Eka








