
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam bahwa pemimpin tertinggi baru Iran tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (8/3).
“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami. Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” ungkap Donald Trump.
Trump juga menyatakan kekhawatirannya terkait potensi Iran memiliki senjata nuklir di masa depan.
“Saya tidak ingin orang-orang harus kembali dalam lima tahun dan melakukan hal yang sama lagi, atau lebih buruk lagi, membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” ujarnya.
Majelis Pakar Iran sebelumnya dilaporkan telah menyelesaikan keputusan mengenai pemimpin tertinggi baru Iran.
Keputusan tersebut dilaporkan oleh kantor berita semi resmi Mehr pada Minggu.
Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa dirinya harus dilibatkan secara pribadi dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya.
Pada 28 Februari 2026 Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran serta beberapa kota lain di Iran.
Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Selain itu, puluhan pejabat senior serta komandan militer Iran juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Ratusan warga sipil turut menjadi korban akibat serangan yang menghantam sejumlah wilayah di Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan








