
Pantau - Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah menekankan pentingnya Indonesia dan Pakistan menunjukkan netralitas saat menjalankan upaya mediasi konflik di Timur Tengah agar dunia percaya kedua negara memiliki mandat dari masyarakat masing-masing dan mendapat restu organisasi internasional.
Rezasyah menyebut organisasi yang perlu diajak bekerja sama antara lain OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) dan Liga Arab.
Ia menilai tantangan terbesar bagi mediasi ini berasal dari Amerika Serikat dan Israel yang mungkin menganggap Indonesia dan Pakistan sebagai aktor kecil.
Rezasyah memperingatkan "Tidak mustahil AS dan Israel akan mempermalukan RI dan Pakistan, (menganggap) sebagai aktor-aktor kecil yang tak perlu dijadikan rujukan bagi perdamaian dunia".
Dalam peran sebagai mediator, Indonesia dan Pakistan disarankan fokus pada akar masalah konflik dan menjelaskannya dari perspektif hukum internasional serta pelanggaran prinsip Piagam PBB.
Setelah menghasilkan kesepakatan awal, prakarsa mediasi perlu dikonsultasikan dengan organisasi lain seperti Developing Eight (D-8), OKI, Gerakan Non-Blok, dan Liga Arab.
Tujuannya agar proses mediasi menjadi kerangka bagi Resolusi Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB.
Semua hasil proses mediasi harus dikomunikasikan sebagai materi diplomasi publik agar menjadi referensi bagi media massa internasional.
Rencana kunjungan ke Teheran, Iran, diumumkan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto saat bertemu para kiai, ulama, dan cendekiawan muslim di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.
Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menjelaskan "Beliau Presiden Prabowo tadi bercerita, sebelum pertemuan ini tadi (Prabowo) ada bicara telepon dengan Perdana Menteri Pakistan; dan yang saya bersyukur Presiden Prabowo, Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden".
Kunjungan ini dimaksudkan sebagai bagian dari upaya deeskalasi konflik pasca-serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan







