
Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong implementasi pengelolaan sampah terintegrasi dengan teknologi pengolahan berbasis riset agar penanganan sampah tidak bersifat parsial.
Brian menegaskan sistem pengelolaan sampah harus mencakup kesadaran masyarakat, teknologi pengolahan, hingga fasilitas pengolahan skala besar untuk memaksimalkan efisiensi dan meminimalkan residu.
Sistem terintegrasi mencakup pemilahan di tingkat masyarakat dan bank sampah, stasiun pemilahan di kelurahan, fasilitas pengolahan di kecamatan, hingga pusat pengolahan regional.
Berbagai teknologi disoroti, antara lain Black Soldier Fly untuk sampah organik, Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif industri, serta teknologi pemilahan dan daur ulang material bernilai tinggi.
Model fasilitas Integrated Waste Management (IWM) Taman Safari Indonesia menjadi rujukan praktik pengolahan terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengolahan organik menjadi pakan maggot, hingga residu menjadi bahan bakar alternatif.
Brian menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat hilirisasi riset serta menghadirkan inovasi berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Perguruan tinggi diharapkan menjadi living laboratory bagi inovasi teknologi ramah lingkungan, termasuk pengolahan organik, daur ulang, dan konversi sampah menjadi energi.
Presiden RI Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah pusat dan daerah untuk konsisten menangani sampah.
Aksi nyata dilakukan melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI) sebagai implementasi arahan Presiden untuk penguatan pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan







