Forgot Password Register

Headlines

Pemerintah Bakal Batasi Transaksi Tunai di Bawah Rp100 Juta

Uang Rupiah. (Foto: Pantau.com/Ammad) Uang Rupiah. (Foto: Pantau.com/Ammad)

Pantau.com - Pemerintah dan Bank Indonesia mempertimbangkan untuk menurunkan batas transaksi uang kartal dalam Rancangan Undang-Undang tentang Pembatasan Transaksi Uang Kartal yang saat ini masih diusulkan maksimal sebesar Rp100 juta.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan, batas maksimal Rp100 juta bagi sejumlah lembaga penegak hukum masih terlalu tinggi.

"Angka Rp100 juta memang relatif tinggi. Tapi setelah berkembang dan masyarakat lebih banyak pakai nontunai. Bisa kita diskusikan untuk diubah," ujar dia dalam diskusi Optimalisasi Penelusuran Aset Tindak Pidana Melalui Pembatasan Uang Kartal, Selasa (17/4/2018).

Baca juga: Bappenas Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Akan Lampaui 5,5 Persen

Dalam naskah RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal (PTUK) batas maksimal penggunaan transaksi tunai masih dibatasi maksimal Rp100 juta untuk setiap transaksi.

Namun besaran batas maksimum itu masih didiskusikan antara pemerintah, BI, dan lembaga penegak hukum. Besaran maksimum itu juga masih bisa berubah saat pembahasan di DPR.

Baca juga: Perkembangan ICT Belum Penuhi Kebutuhan Akses Nasional dan Perorangan

Nantinya, jika ada masyarakat yang ingin bertransaksi di atas besaran maksimum yang ditetapkan wajib menggunakan sistem keuangan perbankan seperti transfer. Selain transaksi yang lebih cepat dan efisien, hal ini juga bertujuan untuk mencegah tindakan pencucian uang dan kejahatan keuangan lainnya.

Kepala KPK Agus Rahardjo menjelaskan usulan penurunan batasan maksimal untuk transaksi tunai sebesar Rp25 juta itu agar dapat mempersempit ruang bagi pelaku tindak kejahatan pencucian uang maupun korupsi.

"Kalau bisa diturunkan menjadi Rp25 juta, ini supaya ruang mereka semakin sempit," jelasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More