Forgot Password Register

Perkembangan ICT Belum Penuhi Kebutuhan Akses Nasional dan Perorangan

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Antara/M Agung Rajasa) Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Antara/M Agung Rajasa)

Pantau.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan Indonesia tengah menghadapi tantangan terbesar dalam sektor Information, Communication, and Technology (lCT). 

"Peringkat lCT lndonesia dapat dikatakan cukup baik, tetapi pertumbuhannya belum dapat memenuhi kebutuhan akses infrastruktur ICT nasional dan penggunaan ICT perorangan," ujarnya saat pemaparan di Hotel Shangri-La Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa perkembangan industri nasional harus sejalan dengan perkembangan teknologi baik yang digunakan produsen maupun konsumen.

Baca juga: Menteri PPN Bongkar 3 Persoalan Pemerintah Hadapi Revolusi Industri 4.0

"Hasil proyeksi ING Economics menunjukkan perkembangan teknologi mobil elektrik sangat pesat, hingga diperkirakan pada tahun 2030 pasar otomotif konvensional di Eropa senilai USD200 miliar akan hilang dan digantikan sepenuhnya oleh pasar mobil elektrik," katanya.

Dengan begitu kata Bambang, perkembangan ICT dan inovasi digital dapat dijadikan peluang bagi indonesia untuk meningkatkan produktivitas ekonomi nasional.

"Otomatisasi proses produksi akan meningkatkan produktivitas secara signifikan. Dengan respon kebijakan yang tepat dapat meningkatkan nilai perekonomian secara keseluruhan," paparnya.

Baca juga: Bappenas Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Akan Lampaui 5,5 Persen

Ia memprediksi pada tahun 2025, lndonesia diproyeksi akan menjadi barometer perkembangan industri digital dengan memiliki pangsa 52 persen pasar e-Commerce di regional Asia Tenggara.

Hal tersebut menurutnya dapat terwujud bila didorong oleh beberapa faktor. "Didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan perbaikan akses infrastruktur digital," pungkas mantan Menteri Keuangan itu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More