Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Wahana Antariksa Van Allen Probe A Milik NASA Masuk Atmosfer Bumi Lebih Cepat dari Perkiraan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Wahana Antariksa Van Allen Probe A Milik NASA Masuk Atmosfer Bumi Lebih Cepat dari Perkiraan
Foto: Wahana antariksa Van Allen Probe A kembali memasuki atmosfer Bumi pada Rabu pukul 06.37 Eastern Time (17.37 WIB), hampir 14 tahun setelah peluncurannya pada Agustus 2012

Pantau - Wahana antariksa Van Allen Probe A milik NASA kembali memasuki atmosfer Bumi pada Rabu (11/3) pukul 06.37 Eastern Time atau sekitar 17.37 WIB, hampir 14 tahun setelah diluncurkan pada Agustus 2012.

Masuk Atmosfer Lebih Cepat dari Perkiraan

Angkatan Antariksa Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa wahana tersebut memasuki atmosfer di wilayah Samudra Pasifik bagian timur.

Lokasi masuknya wahana diperkirakan berada di sekitar 2 derajat lintang selatan dan 255,3 derajat bujur timur.

NASA memperkirakan sebagian besar badan wahana terbakar saat melintasi atmosfer Bumi.

Namun beberapa komponen wahana kemungkinan tetap bertahan setelah proses masuk kembali ke atmosfer.

Peristiwa ini terjadi beberapa tahun lebih awal dari perkiraan para ilmuwan.

Saat misi berakhir pada 2019, para ilmuwan memperkirakan wahana baru akan kembali memasuki atmosfer sekitar tahun 2034.

Namun aktivitas Matahari yang lebih kuat dari perkiraan selama siklus Matahari saat ini meningkatkan hambatan atmosfer.

Peningkatan hambatan tersebut mempercepat peluruhan orbit wahana antariksa sehingga Van Allen Probe A kembali ke atmosfer lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan.

Misi Penelitian Sabuk Radiasi Bumi

Van Allen Probe A merupakan salah satu dari dua wahana kembar yang diluncurkan NASA untuk mempelajari sabuk radiasi Van Allen di sekitar Bumi.

Sabuk radiasi Van Allen adalah cincin partikel bermuatan yang terperangkap oleh medan magnet Bumi.

Sabuk tersebut berfungsi melindungi planet dari radiasi kosmik berbahaya serta badai Matahari.

Dua wahana kembar, Van Allen Probe A dan Van Allen Probe B, menjalankan misi ilmiah dari tahun 2012 hingga 2019.

Selama masa operasionalnya, kedua wahana berhasil mengumpulkan data baru mengenai sabuk radiasi Bumi.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa sabuk radiasi ketiga yang bersifat sementara dapat terbentuk selama periode aktivitas Matahari yang sangat intens.

Dampak Penting bagi Studi Cuaca Antariksa

NASA menyatakan data dari misi Van Allen Probe terus membantu meningkatkan pemahaman ilmuwan tentang cuaca antariksa.

Pengetahuan tersebut penting untuk memahami dampak cuaca antariksa terhadap satelit, astronaut, serta berbagai sistem teknologi di Bumi.

Sistem teknologi yang dapat terdampak antara lain komunikasi, navigasi, dan jaringan listrik.

NASA juga menyampaikan bahwa wahana kembar lainnya, Van Allen Probe B, diperkirakan tidak akan kembali memasuki atmosfer Bumi sebelum tahun 2030.

Penulis :
Arian Mesa